Kapolres Agam: Belum Ada Sekolah yang Ajarkan Hukum Lalu Lintas | Redaksi Sumbar

Kapolres Agam: Belum Ada Sekolah yang Ajarkan Hukum Lalu Lintas

Kapolres Agam: Belum Ada Sekolah yang Ajarkan Hukum Lalu Lintas
Kapolres Agam, AKBP Eko Budhi Purwono menyematkan pita sebagai simbol dimulainya Operasi Simpatik 2017 di wilayah hukum Polres Agam, Rabu (1/3/2017). RedaksiSumbar.com/Loni Hendri
Dibaca : 437 Kali
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com – Minimnya pembelajaran lalu lintas di lembaga pendidikan formal mendapat sorotan dari Kapolres Agam, AKBP Eko Budhi Purwono. Menurutnya, belum ada pelajaran khusus berisikan materi undang-undang lalu lintas dan pendidikan berkendara ramah keselamatan di sekolah manapun, terutama di Kabupaten Agam.

“Lembaga kursus mengemudi juga masih minim dan belum berorientasi ke arah ini. Karena itu kami harus turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberi sosialisasi hukum,” ujar Eko Budhi Purwono di hadapan personil gabungan Polres Agam, Kodim 0304 Agam dan Dinas Perhubungan Agam sekaligus memimpin gelaran apel Operasi Simpatik 2017 di halaman Mapolres Agam, Rabu (1/3).

Secara khusus mengenai tingkat ketertiban lalu lintas di Agam, Eko menyebut minimnya pemahaman masyarakat dalam hal mengemudi juga ditenggarai oleh tidak adanya upaya pemberian materi tentang kelalulintasan sejak dini.

“Keberadaan lembaga kursus mengemudi juga belum mampu menyalurkan pemahaman ini dengan baik. Untuk itu, jajaran Polres Agam dituntut melakukan terobosan yang bisa mempermudah masyarakat mendapatkan pengetahuan berlalu lintas,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapolres berharap kepada Pemkab Agam agar meningkatkan jangkauan jalur transportasi demi memenuhi ketertiban dan keselamatan lalulintas.

“Jalur transportasi yang baik juga berarti Pemkab telah ramah kepada pengendara. Kondisi jalan dan rambu-rambu lalulintas termasuk penerangan yang baik merupakan kontribusi besar untuk mengurangi angka kecelakaan,” imbuhnya.

Kapolres menegaskan sasaran operasi simpatik tahun 2017 kali ini adalah masyarakat yang melanggar lalu lintas. “Terutama pelanggar yang menyebabkan fatalitas kecelakaaan, seperti, melawan arus lalu lintas khususnya kendaraan motor, pelanggaran rambu-rambu, dan pelanggaran batas kecepatan,” tuturnya membacakan amanat Kakorlantas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa.

Eko menekankan bahwa setiap operasi razia yang digelar di Agam semata demi penegakkan hukum, bukan untuk merusak, menyakiti dan balas dendam. Sebab, meningkatnya kecelakaan lalu lintas harus dijadikan sebagai pembelajaran karena jumlah kendaraan tidak sebanding dengan pelebaran jalan. Ini pula yang menjadi penyebab utama potensi laka terus berkembang.

Baca Juga :  Memalukan, Oknum Guru di Bukittinggi Lakukan Tindakan Asusila Terhadap Muridnya

“Moment Operasi Simpatik selama 21 hari ke depan harusnya dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menekan kasus kecelakaan,” harapnya.[Loni Hendri]

Bagikan:
Tags: ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close