Kapolres Solok Selatan, AKBP Mochamad Nurdin, S.Ik Sampari Penumpukan Rangka Kapal Keruk Milik PT. Giomenik Sapek

Kapolres Solok Selatan, AKBP Mochamad Nurdin, S.Ik Sampari Penumpukan Rangka Kapal Keruk Milik PT. Giomenik Sapek
Tampak rombongan Polres Solok Selatan, sedang berada dilokasi kapal keruk.
Bagikan:




SOLOK SELATAN, Redaksisumbar.com – Kapolres Solok Selatan AKBP Mochamad Nurdin, S.Ik lakukan peninjauan ke nagari di sepanjang Sungai Batang Hari, Minggu (20/8/2017). Nagari yang ditinjau itu adalah, Nagari Lubuk Ulang Aling Induk, Nagari Lubuk Ulak Alung Tengah dan Nagari Lubuk Ulang Aling Atas.

AKBP Mochamad Nurdin, S.Ik melalui Kapolsek Abai Iptu H Kamil, melalui telepon genggamnya menjelaskan, peninjauan kewilayah Sungai Batang Hari itu dilakukan secara berombongan dengan menggunakan mesin Tempek.

“Sepulang peninjauan itu, kami singgah di tempat tumpukan besi rangka kapal tanpa disengaja,” sebut Kamil.

Kerangka Kapal diduga milik PT. Giomenik Sapek berada di Wilayah Hukum Polres Dharmasraya, dan akan diberoperasi di Solok Selatan.

“Kita menduga PT. Giomenik akan beroperasi di Kabupaten Soolok Selatan (Solsel),” sebut Kamil.

Secara terpisah, Juana (37), warga Lubuk Ulang Aling, Kabupaten Solok Selatan yang beromisili di Kabupaten Dharmasraya berharap, agar pihak penegak hukum menindak tegas pelaku tambang nantinya. Apabila, tambang tersebut ilegal.

“Jika perusahaan tersebut terus melakukan penambangan dan memasuki serta merusak kawasan hutan tanpa izin, maka akan hilang beragam tanaman (flora) pada wilayah hutan tersebut. Serta, memperkecil rumah binatang (fauna) yang mengakibatkan populasinya terganggu,” jelasnya.

Selain itu juga kata kata Juana, akibat tambang akan merusak fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengedali erosi, pemasok oksigen dan pengatur suhu. Tentunya, dampak tersebut akan dialami masyarakat dalam kurung waktu bisa saja lima tahun atau 10 tahun kedepan.

“Apalagi, Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana lonsor dan banjir bandang. Jadi, apabila pihak penegak hukum ataupun Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membiarkan masuk pelaku ilegal mining untuk beroperasi di Solok Selatan maka semua itu bisa saja terjadi,” ulasnya.

Menurut Juana, aksi tambang memakai kapal keruk, maka Kabupaten Dharmasraya takkan luput dari bencana banjir bandang.

“Untuk itu, kami masyarakat sangat berharap kepada intansi terkait dan penegak hukum untuk sama-sama mengkaji keabsahan legalitas PT. giomenik Sapek sebagai pemilik kapal keruk tersebut,” harapnya. [WN]

Bagikan:
Tags: , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan