Kasus 3C Mendominasi di Padang

Kasus 3C Mendominasi di Padang
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih mendominasi laporan polisi yang masuk ke Polresta Padang sepanjang tahun 2018.

Selain itu, kasus narkoba juga masih menjadi atensi petugas kepolisian. Peningkatan kejahatan penyalahgunaan narkoba tersebut melonjak drastis menjadi 150 persen.

“Untuk tahun ada 11 kasus menonjol yang terjadi di Padang dan berusaha untuk kita tekan agar terciptanya Kota Padang yang bebas Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (GKTM),” kata Kapolresta Padang AKBP Yulmar Try Himawan, Senin, 9 April 2018.

Sebut Yulmar, untuk kasus curas naik 36 persen dan penipuan naik 15 persen. Kapolresta merinci, 11 kasus menonjol itu adalah narkoba, 3C, pembakaran, pembunuhan, pengrusakan, penipuan, perjudian, perkosaan, dan penggelapan.

Data nan berhasil dihimpun, pencurian dengan pemberatan pada 2017 berjumlah 415 kasus, menurun pada 2018 dengan jumlah 378 kasus, pencurian kendaraan bermotor pada 2017 berjumlah 472 kasus, pada 2018 turun jadi 373 kasus, lalu kasus penganiayaan dengan pemberatan yang sebelumnya berjumlah 25 kasus, turun menjadi 10 kasus pada 2018.

Dua kasus yang datanya sama banyak adalah kebakaran dan pembunuhan, dengan rincian pembunuhan 2 dan kebakaran 6 kasus.

Pengrusakan dari 40 kasus pada 2017 menjadi 33 kasus pada 2018, dan perjudian pada 2017 sebanyak 10 kasus, turun menjadi empat kasus.

Meskipun demikian tiga kasus lainnya, yaitu pencurian dengan kekerasan, narkoba, dan penipuan naik pada tahun ini dibandingkan periode sebelumnya.

Kasus narkoba hingga April 2018 di wilayah hukum (wilkum) Polresta Padang tercatat meningkat 150 persen. Narkoba pada tahun 2017 tercatat 34 kasus, dan naik angkanya pada tahun ini menjadi 85 kasusu.

Pencurian dengan kekerasan juga meningkat 36 persen. Dari 92 kasus pada 2017 menjadi 125 kasusu pada 2018.

Lalu pada kasus penipuan naik 15 persen, dari 144 kasus di 2017 menjadi 165 kasus di 2018.

“Upaya dalam menekan kasus oleh polisi tersebut adalah dengan memaksimalkan peran Bhayangkara Pembina dan Ketertiban Masyarakat (Bhabin Kamtibmas) untuk mencegah GKTM,” ujar mantan Wadir Narkoba Polda Sumbar tersebut. [Red]




Bagikan:
Topik: , , , , ,
Loading...