Keluarga Pasung Pria Gangguan Jiwa, Pemkab Tutup Mata ?

Keluarga Pasung Pria Gangguan Jiwa, Pemkab Tutup Mata ?
Kaki Rudi (39) dirantai berukuran cukup besar selama enam bulan oleh keluarganya. (Dok: istimewa)
Bagikan:




LIMAPULUH KOTA, RedaksiSumbar.com -Dengan kurangnya pengetahuan masyarakat terkait praktek larangan pemasungan oleh pemerintah dan telah di sah kan Undang-Undang No 18 pada Tahun 2014 lalu tidak membuat jera para keluarga.

Disebuah daerah Sumatera Barat, Kabupaten Limapuluh Kota masih ada warga di Nagari Sikabu -kabu Tanjuang Haro Padang Panjang  (SITAPA) Kecamatan Luak yang di pasung karna di anggap mengalami gangguan jiwa.

Kaki Rudi (39) dirantai berukuran cukup besar selama enam bulan oleh keluarganya, menurut salah satu keluarganya Pendri (58), Kamis (15/3/2018). Mengatakan bahwa dirinya selaku saudara ipar Rudi sangat prihatin dengan keadaan Rudi yang tinggal bersama ibunya Jaruli (79), walau telah berusia lanjut, mertua nya itu harus bekerja keras agar bisa makan dan penuhi kemauan anaknya supaya tidak mengamuk akibat gangguan jiwa nya itu.

” Kita sangat prihatin dengan melihat kondisi Rudi yang tinggal serumah bersama ibunya, ibunya yang telah berusia lanjut bahkan harus bekerja keras demi menghidupi anak nya yang mengalami gangguan jiwa itu.” Ujar Pendri.

Karna tidak memiliki biaya lagi, ibu terpaksa harus meminta sedekah dari rumah ke rumah sambil berjalan kaki agar dapat membeli beras untuk dimakan dan ikuti kemauan Rudi agar terpenuhi, sebab,  jika tidak dituruti, Rudi kerap mengamuk dan berteriak – teriak keras di rumahnya dan sampai memukul apa saja yang ada didekatnya, tambahnya.

Rudi yang terkena gangguan jiwa semenjak belas tahun silam sebelumnya telah tiga kali dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Gadut Padang dengan biaya keluarga. Harusnya pemerintah lebih sangat memperhatikan masyarakat dengan kondisi seperti Rudi, namun seakan pemerintah tak mau tau dengan nasib mereka dan menutup mata. [RED]




Bagikan:
Topik: , ,
Loading...