Kemenag Kaitkan Pemalsuan Buku Nikah Dengan Pencurian

Kemenag Kaitkan Pemalsuan Buku Nikah Dengan Pencurian
Dua pelaku pemalsuan buku nikah di Kota Padang yang ditangkap Dit Reskrimum Polda Sumbar. (Dok: PID)
Bagikan:

PADANG, RedaksiSumbar.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar mengaitkan kasus pemalsuan buku nikah dengan pelaku RS dan ASW dengan kejadian kehilangan buku nikah yang terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kubung, Solok, Pariaman, dan Pasaman Barat beberapa waktu lalu.

“Bisa saja ada kaitannya kesana tapi tidak menutup dugaan bahwa buku nikah yang beredar itu memang palsu,” kata Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Kabid Urais dan Bisyar) Kanwil Kemenag Sumbar Syamsuir, Kamis, 11 April 2018.

Ia memaparkan, untuk mendeteksi buku nikah asli atau palsu bagi Kemenag cukup mudah. Untuk buku nikah di Sumbar kodenya diketahui adalah SB.

Berita terkait : Sindikat Pemalsuan Buku Nikah Ditangkap

“Jadi kalau kode pada buku nikah itu tak sesuai dengan daerah asalnya maka dipastikan palsu Untuk buku nikah asli yang dikeluarkan oleh selain KUA itu pasti palsu, termasuk tanda tangan pejabat yang ada didalamnya pasti itu tidak sah dan dipalsukan,” terangnya.

Dijelaskan Syamsuir, untuk buku nikah yang tidak tecatat di KUA bisa dideteksi saat yang punya buku nikah itu melakukan legalisasi salinan ke KUA sehingga akan ketahuan apakah buku nikah asli atau palsu.

“Salah satu langkah dari Kemenag untuk mengantisipasi penyalahgunaan buku nikah yanh dicuri itu agar tidak disalahgunakan yaitu dengan mengebar nomor seri buku nikah yang hilang ke Imigrasi atau ke Dinas Catatan Sipil (Capil) atau ke tempat yang mensyaratkan penggunaan buku nikah sebagai syarat administrasi di tempat tersebut,” katanya. [EFT]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...