Ketua DPC Partai Demokrat Sawahlunto Diciduk BNN Usai Konsumsi Narkoba

Ketua DPC Partai Demokrat Sawahlunto Diciduk BNN Usai Konsumsi Narkoba
KETIKA JUMPA PERS BERSAMA BNN DENGAN MENGHADIRKAN KEDUA TERSANGKA BESERTA BARANG BUKTI [IST]
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.comBerdasarkan dari laporan masyarakat sebuah tempat yang sering dijadikan untuk mengkonsumsi Narkoba,  sehingga membuat BNN Provinsi SumBar langsung menindak lanjuti laporan tersebut,  hal tersebut terjadi pada Kamis (7/12/2017) malam di Kota Sawahlunto.

Dengan dijadikannya tempat pacuan kuda menjadi tempat konsumsi barang haram tersebut,  ternyata tidak luput dari pantauan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar, namun ketika hendak melakukan penggerebekan terhadap kedua pelaku,  pelaku yang bernama Asrijal (44) bersama rekannya Adismar (50) ternyata mengetahui kedatangan petugas BNN.

Saat kedua pelaku mengetahui akan digerebek,  kedua pria tersebut pun kabur menggunakan mobil pribadinya,  dan terlibat aksi kejar – kejaran dengan pihak BNN yang hingga akhirnya pelarian kedua tersangka dapat dicegat didepan lokasi wisata Taman Satwa Kandih.




Ketika dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh warga desa setempat terhadap kedua pelaku,  petugas BNN menemukan Alat hisap Sabu Sabu serta kaca Pirek yang diduga berisi Sabu Sabu.

Menurut hasil penelusuran BNN,  tersangka Asrijal merupakan salah seorang Ketua Partai Politik Demokrat Kota Sawahlunto selaligus Direktur CV. DEA Sawahlunto.

Brigjen Pol Syamsul Bahri Kepala BNN Provinsi Sumbar saat Jumpa pers mengatakan ” kedua orang tersebut ditangkap dalam operasi Bersinar (Bersih Narkoba )berawal informasi dari masyarakat, kita lakukan penyelidikan selama dua bulan, dari hasil penyelidikan yang kita lakukan ternyata benar ada nya peredaran narkoba di lokasi pacuan Kuda tersebut”. Terangnya.

” Untuk saat ini ke dua tersangka kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan serta untuk kedua tersangka kita jerat dengan Pasal 112 YO 127 UUD No 35 Tahun 2009 tentang penyalah gunaan Narkoba dengan ancaman Kurungan Penjara Minimal 4 tahun Maksimal 12 tahun serta denda Minimal delapan ratus juta rupiah maksimal Satu Milyar Rupiah”. Tutupnya. [KRS]

Bagikan:
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.