KMSS Minta Usut Sejumlah Nama Dalam Spj Fiktif

KMSS Minta Usut Sejumlah Nama Dalam Spj Fiktif
Bagikan:

PADANG, RedaksiSumbar.com – Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat (KMSS)meminta kepada penegak hukum untuk mengusut nama yang disebutkan dalam kasus Surat Perintah Jalan (Spj) fiktif yang menjerat Yusafni Ajo dan mantan Kepala Dinas (Kadis) Prasarana, Jalan, Tata Ruang, dan Pemukiman (Prasjal Tarkim) Sumatera Barat Suprapto pada sidang dengan agenda tahap pembuktian yakni mendengarkan keterangan terdakwa, Jumat, 27 April 2018 lalu.

Satu nama yang mencuat dalam persidangan tersebut adalah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang disebut-sebut menerima aliran dana sebesar Rp500 juta.

Selain di dalam persidangan, Terdakwa Yusafni juga menyebut sejumlah nama lainnya seperti TMG, YN, MK, BPK, AE, ISP, AFR, AS, MHF, NW, EH, YH, ARS, AW, IJ, YG, RM, YNS, IP dan SYR dengan besaran yang beragam.

“Hingga saat ini kasus yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp63 miliar ini telah menyeret Yusafni sebagai terdakwa. Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat (KMSS) menduga kasus ini telah dicoba untuk dilokalisir dengan maksud mengamankan pihak-pihak tertentu,” tutur salah seorang Juru Bicara KMSS Arief Paderi dalam jumpa pers, Selasa, 1 Mei 2018.

Sebut Arief, hal tersebut dapat diamati dalam uraian dakwaan Penuntut Umum yang hanya menyebut nama Yusafni dan Suprapto (Mantan Kepala Dinas Prasajaltarkim Sumbar) sebagai pihak yang secara bersama-sama melakukan perbuatan.

“Melihat dari modus tindak pidana yang dilakukan serta fakta persidangan, secara administratif dari sisi penganggaran dan pertanggungjawaban anggaran, kasus korupsi SPJ fiktif semestinya harus dipertanggungjawabkan oleh banyak pihak melebihi apa yang disebutkan dalam surat dakwaan atas nama Yusafni. Apalagi terdakwa Yusafni juga menyebutkan banyak nama sebagai orang yang menerima aliran dana tindak pidana korupsi ini,” paparnya.

Terkait hal tersebut KMSS sebutnya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan supervisi lebih intens dan atau mengambil alih kasus tersebut, mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penuntutan terhadap Suprapto sebagai pihak yang disebut secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi dengan Yusafni sebagaimana dinyatakan dalam surat dakwaan Yusafni.

“Kami Mendesak aparat untuk segera memeriksa nama-nama lain yang disebut terdakwa Yusafni baik di dalam dan di luar persidangan sebagai penerima aliran uang dugaan korupsi dan mendesak Penyidik dan Penuntut Umum untuk mengoptimalkan penggunaan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang dalam penuntasan kasus korupsi SPJ fiktif ini,” tutupnya dalam siaran pers KMSS tersebut. [ADL]




Bagikan:
Topik: , , , ,
Loading...