Komisi III DPRD Pasbar Segera Panggil Pihak PKS PT. SBS Kinali

Komisi III DPRD Pasbar Segera Panggil Pihak PKS PT. SBS Kinali
Tumpukan janjangan kosong di samping pintu gerbang masuk PKS PT. SBS. [BIS]
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Komisi III DPRD Pasaman Barat meminta ketegasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasaman Barat untuk bertindak tegas kepada setiap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang menyalahi aturan se Pasaman Barat ini. Salah satunya terkait dengan penumpukan janjangan kosong.

Tandan kosong yang menumpuk di depan PKS PT. Sari Buah Sawit (SBS) Kinali, Pasaman Barat ini harusnya tidak ada. Karena, menimbulkan aroma tidak sedap dan lalat bertambah banyak serta diduga air lindi dari janjangan itu sendiri akan mempengaruhi aliran air yang ada disekitar perusahaan tersebut.

“Kita akui, sampai saat ini janjangan kosong belum memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga hanya dijadikan tumpukan limbah disekitar pabrik, dan juga membahayakan apabila limbah padat tersebut dibuang disekitar paret yang bermuara ke sungai serta apabila juga dibuang disekitaran sungai yang kedepanya akan menimbulkan pendangkalan di sekitar daerah sungai,” kata salah seorang anggota Komisi III DPRD Pasaman Barat dari Fraksi PPP, Muhammad Umar, Sabtu (16/12/2017).

Terkait janjangan kosong yang ditumpuk oleh PKS PT. SBS itu, kata Umar, kita akan jadwalkan memanggil pihak perusahaan. Karena, kita tidak ingin ada perusahaan berbuat sesukanya tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

“Iya, kita akan panggil segera pihak perusahaan. Karena, diduga yang dilakukan oleh pihak perusahaan itu menyalahi aturan, baik itu UU Lingkungan Hidup maupun terkait kesehatan masyarakat sekitarnya,” tegas Umar.

Seharusnya kata Umar, pihak perusahaan mulai berinovasi untuk pemanfaat limbah padat ini. Karena, bisa dimanfaatkan sebagai Pupuk Kompos dan bahan dasar Bioethanol.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Edi Busti, memgatakan bahwa penumpukan janjangan kosong itu tidak boleh dilakukannya. “Penumpukan yang dilakukan oleh pihak PKS PT. SBS itu menyalahi aturan. Kita, akan segera tinjau kelapangan,” tegas Edi Busti.

Sebelumnya juga dikonfirmasi salah seorang pimpinan perusahaan PKS PT. SBS, Hendrikus, melalui telepon genggamnya membenarkan adanya tumpukan janjangan kosong itu. Namun, itu sementara.

“Kita letakkan janjangan kosong dilokasi tersebut karena, tungku bakar yang didalam pabrik sedang rusak dan dalam perbaikan. Lokasi penumpukan itu pun masih areal perusahaan juga,” katanya dengan nada agak tinggi. [BIS]

Bagikan:
Tags: , , , , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.