Komisioner KPU Jangan Berpihak Agar Tak Terjerat Hukum

Komisioner KPU Jangan Berpihak Agar Tak Terjerat Hukum
Ilustrasi seleksi. (Istimewa)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Proses pembentukan atau seleksi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera BArat sudah memasuki tahap tes kesehatan tanggal 19 Maret kemarin. Terdapat 27 Orang yang mengikuti tahap ini setelah dinyatakan lolos tahap psikotes yang dilakukan oleh Bid Dokkes Polda Sumatera Barat.

“Dari jumlah 27 orang tersebut terdapat petahana Komisoner KPU Sumbar dan Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat periode sekarang dan masih menjabat sebagai komisoner serta para mantan komisioner KPU, disamping jug ada yang baru mengikuti tes ini untuk pertama kalinya. Para calon ini memiliki kemampuan yang cukup dalam di bidang kepemiluan dan sosial kemasyarakatan lainnya, tentunya kapasitas yang mumpuni tidaklah menjadi keraguan terhadap para calon komisoner,” kata Ketua KIPP Indonesia Wilayah Sumbar, Samaratul Fuad, Selasa 20 Maret 2018 dalam keterangan pers-nya.

Menurut Samaratul Fuad, Jika dilihat dengan perkembangan kondisi terakhir, adanya para penyelenggara pemilu yang ditangkap oleh pihak penegak hukum seperti di Garut umpamnya, kemudian di Konawe, kasus sengketa yang banyak dianulirnya putusan KPU umpamanya menjadi sesuatu yang harus ditarik untuk dijadikan sebagai sebuah ruang yang besar guna menelisik siapa sesungguhnya para penyelenggara calon yang maju.

“Harapan terbesar tentunya disandangkan kepada tim seleksi KPU Sumbar yang datang dari berbagai kampus sebagai akademisi. Independensi dan sikap netral merupakan hal mutlak yang wajib dimiliki oleh setiap anggota tim seleksi penyelenggara pemilu dalam menyeleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi.

Menurutnya, keberpihakan timsel dipastikan memberi dampak signifikan pada kualitas pemilu dan demokrasi di republik ini.

“Menjaga independensi dan netralitas tak semudah kita berkata, terlebih pada situasi yang bisa menciptakan potensi besar bagi tercederainya pesta demokrasi, seperti yang akan dihadapi pada pilkada serentak 2018 dan pada pemilu serentak 2019 nanti. Baik buruknya Pemilu dan KPU di masa depan juga dipengaruhi bagaimana faktanya timsel menyaring anggota KPU yang berkualitas,” harapnya. [EFT]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...