Korban Hanyut di Air Terjun ‘Niagara Mini’ Ditemukan Meninggal oleh Penggali Pasir | Redaksi Sumbar

Korban Hanyut di Air Terjun ‘Niagara Mini’ Ditemukan Meninggal oleh Penggali Pasir

Korban Hanyut di Air Terjun ‘Niagara Mini’ Ditemukan Meninggal oleh Penggali Pasir Dibaca : 2397 Kali
Bagikan:

Padang, RedaksiSumbar.com–Aldo Agrawira Pratama (23) korban hanyut saat mandi-mandi di Bendungan Check Dam ‘Air Terjun Niagara Mini’ Koto Pulai, Kec Koto Tangah akhirnya di temukan dalam keadaan tak bernyawa, Selasa (3/1/2017), sekitar pukul 12.00 WIB  oleh seorang penggali pasir di sungai Batang Kabuang, Kec Koto Tangah, 1 km dari lokasi ia dikhabarkan hilang.

Berita ini tentu saja membuat keluarga korban yang beralamat di Kampung Jua , Komp. Griya lestari Blok K/9 RT 05,  RW V,  Kel Batuang Taba,  Kec  Lubuk Begalung Berurai air mata. Apalagi Aldo yang diketahui merupakan sifitas akademika AKBP-STIE ‘KBP’  baru saja  diwisuda pada 24 November 2016 lalu.

Sebelumnya, Senin sore, Aldo bersama empat rekannya, Aprilnaldi, Restu Pranda, Zebriadi,  dan Nanda Saputra mandi-mandi menghabiskan waktu libur akhir tahun di Bendungan Check Dam Koto Pulai. Pada saat kejadian, Arus sungai memang cukup deras, sehingga Aldo terpeleset di bebatuan hingga akhirnya hanyut terbawa arus. Pada waktu itu cuaca di kota Padang hanya terlihat mendung dan sedikit gerimis saja. Namun tanpa diketahui oleh pengunjung, di hulu sungai telah terjadi hujan lebat hingga debet air semakin banyak dan menimbulkan arus yang cukup deras.

Kemungkinan kejadian seperti inilah yang dikhawatirkan oleh Pemerintah Kota Padang. Sehingga telah berulang kali mengimbau kepada masyarakat agar tidak beraktifitas di sekitar lokasi Bendungan.

“Kita selalu mengingatkan warga, tapi himbauan tersebut seolah tak dihiraukan. Kalau sudah terjadi, tentu pengunjung juga yang menanggung resikonya,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi saat dikonfirmasi tentang kejadian ini.

Check Dam merupakan salah satu bangunan pengendali banjir Kota Padang yang didesain pada tahun 1980 dan selesai dilaksanaan pembangunannya pada tahun 2001. Saat ini kondisi Check Dam dalam keadaan rusak berat, akibat gemba bumi tahun 2009 dan banjir bandang yang menghantam beberapa kali. Bahkan Balai Wilayah Sungai Sumatera V sudah melakukan review perencanaan dan akan melakukan pengerjaan rekontruksi terkait dengan kerusakan bangunan tersebut. (anc)

Bagikan:
Baca Juga :  Truk Minyak Tanah Terguling di Ladang Padi, Setelah Diselidiki Ini Penyebabnya
Tags: ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close