Kurang Mampu, Nyawa Bayi Sembilan Bulan Terancam

Kurang Mampu, Nyawa Bayi Sembilan Bulan Terancam
Kondisi Pandu, bayi berusia sembilan bulan yang harus dipenuhi slang dan perban akibat gigitan ular berbisa yang menimpanya. Arief Wisa.
Bagikan:

Limapuluh Kota, RedaksiSumbar.com – Berawal merasakan demam, seorang bayi bernama Pandu yang berusia sembilan bulan mulanya dibawa berobat oleh sang orang tua ke Puskesmas Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang berada tidak jauh dari kediaman bayi malang tersebut. Namun, setelah diperiksa, hasil ukur suhu tubuh tersebut sangat mengejutkan, yaitu mencapai 40 derajat celcius. Dirinya langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adnaan WD sebelum dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU).

Dari hasil diagnosa pihak rumah sakit tersebut pada 9 Oktober 2017 lalu, bayi laki-laki tersebut dinyatakan diketahui terkena gigitan seekor ular berbisa, dan agar mendapat penanganan medis yang maksimal untuk penyakit yang diderita Pandu, pihak RSUD Adnaan WD memutuskan agar Pandu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil.

Namun karena berasal dari keluarga kurang mampu, bayi telah 12 hari mendapat perawatan tersebut hingga sekarang masih berada di RSUD Adnaan WD dengan kondisi terbaring lemah dengan keadaan memprihatinkan akibat tidak memiliki biaya untuk dirawat di Kota Padang.

Informasi yang dirangkum di lapangan, keluarga nan dikepalai oleh Yosrizal (38) tersebut merupakan pihak yang kurang mampu. Jangankan untuk mengobati sang putra berobat, untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka masih kesulitan karena pekerjaan yang tidak tetap dilakoni oleh sang bapak.. Penderitaan tersebut semakin bertambah ketika mereka diketahui hanya tinggal di sebuah pondok bambu berukuran 2,5 x 1,5 meter persegi di kawasan Situjuah, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Yosrizal mengatakan, bahwa dirinya yang melihat kondisi sang buah hati yang demam tinggi langsung membawa ke Puskesmas setempat. Namun, karena keterbatasan fasilitas kesehatan, pihak Puskesmas meminta kepada keluarga untuk membawa Pandu ke rumah sakit setempat.

“Awalnya Pandu menderita demam tinggi yang membuat suhu badannya terasa panas, kami khawatir dan membawa ke rumah sakit disini, oleh pihak rumah sakit Pandu harus dirawat intensif di ruang ICU,” ucapnya, Senin (16/10/2017) kepada awak media.

Dari hasil uji sampel darahnya, sebut Yosrizal lagi, diketahui ada pembengkakan dan memar pada tumit kaki sebelah kiri anaknya dan semakin membesar tiap harinya. Hingga pembengkakan tersebut pecah dan membuat tumit kaki anak saya terlihat seperti berlubang. Dokter sudah menyarankan agar anak saya dilarikan ke RSUP Dr M Djamil di Padang, namun apalah daya kami yang tidak memiliki biaya untuk kesana,” ungkapnya.

Saat ini pihak keluarga hanya bisa pasrah akan kondisi sang bayi malang tersebut sembari mengharapkan bantuan dari semua pihak yang tergerak hatinya demi keselamatan nyawa buah hati mereka. ”Kami sangat berharap ada donatur yang tergerak hatinya untuk membantu anak ini, saat ini kami hanya bisa pasrah dan berdoa akan kesembuhan sang anak,” harapnya rintih. [Arief Wisa]

Bagikan:
Tags: , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan