Limapuluh Kota Berdarah Lagi, Akibat Saling Tikam Satu Tewas dan Satu Lainnya Kritis

Limapuluh Kota Berdarah Lagi, Akibat Saling Tikam Satu Tewas dan Satu Lainnya Kritis
Ilustrasi
Bagikan:

Limapuluh Kota, RedaksiSumbar.com – Hanya berselang dalam waktu kurang lebih satu bulan, aksi brutal saling tikam dengan senjata tajam (sajam) kembali terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota. Sebelumnya, aksi saling tikam tersebut juga terjadi di Kecamatan Harau pada 10 September 2017 lalu, yang melibatkan seorang anggota DPRD setempat dan menewaskan seorang warga Kabupaten Limapuluh Kota akibat permasalahan Tapal Batas Wilayah.

Setelah peristiwa berdarah tersebut berlalu, pada Sabtu (21/10/2017) malam lalu,  hal serupa kembali terjadi di Jorong Padang Laweh Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota yang melibatkan dua orang pria yang berawal dari cekcok mulut dan berlanjut saling tikam menggunakan senjata tajam dan akhirnya menewaskan satu orang diantaranya.

Menurut informasi dari yang berhasil dirangkum di lapangan,  peristiwa berdarah tersebut diduga berawal dari permasalahan bisnis yang melibatkan dua orang yang masih ada hubungan keluarga. Seorang pria bernama Muhammad Fikri (25), warga Jorong Padang Laweh Kenagarian Sungai Antuan, Kecamatan Mungka mendatangi Rio Hendro (36) yang terlibat masalah dengan Fadli, kakak dari Fikri dengan tujuan ingin menanyakan apa yang terjadi sebenarnya dengan saudaranya tersebut.

Namun MF yang merasa tidak senang juga menyemprot RH akhirnya percekcokan mulut kedua pria itu tak terelakkan. Insiden tersebut terjadi di Jorong Simpang Tiga Kenanga, Nagari Sungai Antuan, atau tepatnya di kediaman korban.

Perkelahian yang diduga memakai senjata tajam tersebut mengakibatkan kedua orang itu mengalami luka robek pada tubuh keduanya, sehingga kedua pria yang terlibat baku hantam dan saling tikam tersebut saling bersimbah darah dan terkapar.

Beberapa orang warga yang tengah melintas di lokasi peristiwa itu melihat MF dan RH sudah terkapar dengan berlumuran darah, langsung melarikan kedua pria tersebut ke Rumah Sakit dengan dibantu warga lainnya. Tidak berselang beberapa saat, RH yang sampai di Rumah Sakit Ibnu Sina Payakumbuh akhirnya tewas dengan dua luka tusukan benda tajam di bagian lengan dan dadanya, sementara itu lawan duelnya, MF, mendapat luka tusukan pada bagian perut, leher serta luka robek di kepala bagian sebelah kiri dan dalam keadaan kritis di Rumah Sakit Adnaan WD Kota Payakumbuh.

“Kami masih dalam melakukan penyelidikan penyebab kejadian dan info lebih lanjut akan dikabari saat ada perkembangan. Saat ini sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga telah dilakukan. Dari pihak keluarga, kami masih menunggu karena masih dalam keadaan berduka,” terang AKP Akno Pilindo, Minggu (22/10/2017) malam. [Arief Wisa]

Bagikan:
Tags: , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan