Mahasiswi UNP Ciptakan Alat Pelacak Ranmor

Mahasiswi UNP Ciptakan Alat Pelacak Ranmor
Vienneta menjelaskan sistem kerja Motor Tracking, sebuah alat pelacakan sepeda motor berbasis Android yang diciptakannya. (Istimewa)
Bagikan:




PADANG – Seorang mahasiswi Diploma IV Fakultas Teknik (FT) Jurusan Teknik Elektro Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Industri, Universitas Negeri Padang (UNP) berhasil menciptakan sebuah alat yang berfungsi untuk melacak sepeda motor yang hilang dicuri. Alat tersebut bernama Motor Tracking.

Adalah Viennetta Desnadia Eka Putri, 22, mahasiswa angkatan tahun 2014 yang mengerjakan alat pelacak sepeda motor yang dicuri atau hilang tersebut sejak awal 2018 silam. Motor Tracking merupakan alat rancangan sistem pengamanan kendaraan bermotor menggunakan Android berbasis mikrokontroler.

“Sistem kerjanya bersumber pada aki kendaraan bermotor (ranmor) menggunakan mikrokontroler ATMega 328, modul GPS dan GSM. Modul GSM berfungsi untuk untuk mengirimkan pesan koordinat yang didapat dari GPS dan dari modul GPS ini nantinya akan didapat titik koordinat yang telah ditempel pada kendaraan,” papar Netta saat ditemui di kampusnya yang berada di bilangan Hamka, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat tersebut, Kamis, 27 September 2018.

Lebih lanjut perempuan asal Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tersebut mengatakan kendaraan yang dipasangi alat tersebut juga akan dipasangkan modul GSM untuk mengontrol hidup dan matinya kendaraan.

“Di dalam alat ini terdapat relay yang dihubungkan ke saklar sensor kontak yang ada untuk memutus pengapian sepeda motor. Jika pencuri menghidupkan kendaraan yang dicuri tidak akan bisa difungsikan, juga terdapat fitur pencarian sepeda motor dan ada buzzer alarm jika kendaraan berhasil dinyalakan pencuri sehingga pada saat hendak dimatikan akan keluar bunyi dengan kekuatan 120 desibel,” paparnya.

Tampilan awal Motor Tracking, alat pelacak kendaraan bermotor berbasis Android. (Istimewa)

Motor Tracking bisa difungsikan di gawai si pengguna dengan mengandalkan sinyal telepon dan sinyal GSM untuk memberi pemberitahuan telah terjadi pencurian pada kendaraan sepeda motornya. Jangkauannya diprediksi bisa hingga antar provinsi selama masih mendapatkan sinyal.

“Hanya saja kendala pada perjalanannya untuk mendapatkan modul yang susah didapatkan,” akuinya.

Adapun komposisi alat yang dibutuhkan diantaranya mikrokontroler, modul GSM, GPS, relay, buzzer alarm, selanoid, sensor kontak, hingga ATMega 328.

“Latar belakang pengerjaan ini adalah pengembangan alat dari senior saya dan maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di sejumlah tempat, tak ketinggalan juga kampus,” sambungnya.

Mengingat biaya untuk memproduksi satu alat yang mencapai Rp3,5 juta, Netta, begitu ia akrab disapa berencana mematenkan benda tersebut. Jika nantinya bisa dipasarkan, Netta memprediksi alat tersebut berkisar di angka Rp4 juta.

Sementara itu, dosen pembimbing dari Viennetta, Hendri menyebut bahwa alat tersebut masih merupakan dalam bentuk model sementara. Pihaknya berencana akan mengembangkan perangkat keamanan kendaraan tersebut.

“Di jurusan elektronika industri selain alat tersebut juga dikembangkan mobil listrik. Sekarang kita menggunakan selain bahan bakar minyak (BBM) juga dipakai solar sel dalam bentuk baterai untuk menggerakkan motor. Istimewanya alat ini adalah pelacakan ranmor terdekteksi sedini mungkin dengan bantuan GSM yang ada pada alat ini,” terang Hendri.

Terkait biaya produksi yang terbilang cukup besar, pria yang juga menjabat Kajur Teknik Elektro Prodi Teknik Elektro Industri FT UNP tersebut menyebut karena alat yang diproduksi tidak dalam jumlah banyak.

“Akibatnya, harga di pasaran juga lebih mahal karena peralatan dibeli secara terpisah. Kami berusaha mengajukan alat ini untuk diikutsertakan pada kompetisi tingkat nasional dengan sejumlah pembaharuan tentunya, kami optimis alat ini bisa bersaing jika diproduksi dalam jumlah banyak dan lebih baik,” pungkasnya.




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...