Maninjau Membara, Rumah Bagonjong Beserta Lusinan Barang Antik Jadi Abu

Maninjau Membara, Rumah Bagonjong Beserta Lusinan Barang Antik Jadi Abu
TINGGAL PUING; Sebuah Rumah Gadang milik Mukhlis, 65 dan Armawati, 64, warga Jorong Data Kampung Dadok, Nagari Sungaibatang, Kecamatan Tanjungraya, Jumat (17/2).
Bagikan:




AGAM, RedaksiSumbar.com – Rumah Bagonjong beserta lusinan barang antik yang ada di dalamnya di Jorong Data Kampung Dadok, Nagari Sungaibatang, Kecamatan Tanjungraya hangus terbakar, Selasa pagi (17/2) sekitar pukul 08.40 WIB.

Rumah adat khas urang awak itu diketahui dibangun sejak tahun 1918 silam. Api diduga berasal dari kosleting listrik yang menjalar dari salah satu kamar. Saat peristiwa itu terjadi, pasangan suami istri pemilik rumah, Mukhlis, 65 sedang berada di ladang, sedangkan istrinya Armawati sedang berada di sawah.

Armawati, curiga melihat kepulan asap dari rumahnya lalu berlari ke dapur, namun ternyata api sudah menyembur dari salah satu kamar.

“Saya awalnya ingin menceboki cucu saya Rido yang selesai buang air besar di aliran bandar depan rumah, melihat asap dari dalam rumah lalu saya periksa, sekejap saja api sudah membesar,” ujar Armawati kepada kerumunan warga di lokasi kejadian.

Adik ipar korban, Asnawati yang juga mendengar teriakan warga segera menghampiri Rumah Bagonjong itu.

“Rumah Gadang Tabaka, Rumah Gadang Tabaka.. Begitu teriakan yang saya dengar dari sawah. Sampai di rumah api sudah membakar separuh bangunan,” terangnya.

Menurutnya, barang-barang antik yang ada di dalam rumah, bernilai jutaan rupiah tidak dapat diselamatkan. “Kalau ditaksir, mungkin harga semuanya bisa ratusan juta rupiah. Namun yang berhasil diselamatkan hanya satu unit sepeda motor, dua tabung gas dan satu unit mesin parut kelapa,” jelasnya.

Dari keterangan Mukhlis, dirinya sedang berada di ladang untuk memanen buah pala. Sampai di rumahnya, api sudah melahap seluruh bangunan tua itu.

“Tidak ada lagi barang yang dapat diselamatkan. Mobil pemadam datang sekitar satu jam kemudian,” ujarnya.

Mukhlis menyebut Rumah Bagonjong yang dihuninya bersama istri dan dua cucunya itu merupakan warisan secara turun temurun. “Rumah ini dibangun sejak 1918 silam. Di rumah hanya ada saya dan dua cucu saya yang masih kecil,” katanya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Disatpol PP Damkar) Agam, Yunaidi menjelaskan pihaknya mengerahkan tiga armada damkar ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Jalur yang ditempuh cukup jauh dari Kantor Damkar di Lubukbasung, jalan juga terbilang sempit,” kata Yunaidi.

Pihak berwajib masih menyelidiki penyebab musibah kebakaran ini. Untuk sementara, keluarga korban mengungsi ke rumah kerabat yang tidak jauh dari lokasi. [Loni Hendri]

 

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan