Mantan Ketua MK Ini Sedang Galau, Apa Penyebabnya?

Mantan Ketua MK Ini Sedang Galau, Apa Penyebabnya?
Mantan Ketua MK, Mahfud MD. (Net)
Bagikan:

JEMBER, RedaksiSumbar.com – Rusaknya prinsip hukum oleh orang yang paham hukum namun karena kepentingan politik malah merusak hukum membuat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menjadi galau. Pikirannya kacau tidak karuan.

“Saya sering galau akhir-akhir ini. Kadang kala orang-orang yang sudah tahu hukum karena kepentingan politik merusak prinsip-prinsip hukum,” ujar Mahfud, Minggu (12/11/2017).

Karena kegalauannya itu, ia akhirnya menulis sebuah kolom pada salah satu media. Isinya terkait asas hukum dalam kasus pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

“Saya sengaja menulis ‘Jangan Kacaukan Asas Hukum’. Benarkah pemerintah tidak boleh membubarkan HTI. Kata Yusril Ihza Mahendra enggak boleh. Kok, Mahfud boleh, kan, sama-sama ahli hukum?” tanyanya.

Menurut Mahfud, pendapat bahwa pemerintah tidak boleh membubarkan HTI sebelum ada putusan pengadilan itu adalah salah.

“Saya bilang itu salah sebelum ada putusan dari pengadilan ada hukum pidana. Tetapi, kalau di hukum administrasi negara, semua ditindak dulu baru diadili,” katanya.

Perbedaan asas hukum pidana dengan hukum administrasi negara tersebut, dijelaskannya bahwa di dalam hukum pidana ada asas, orang tidak boleh dihukum kalau belum ada putusan pengadilan. Tetapi, kalau di dalam hukum administrasi, negara mengambil tindakan dulu.

“Itu yang berlaku selama ini di hukum administrasi negara, tetapi, sekarang kenapa dipermasalahkan?” tanya Mahfud lagi.

Pria yang saat ini menjabat Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara itu juga mengingatkan para akademisi tetap komitmen menegakkan hukum di Indonesia.

“Hukum itu harus selalu dijaga sebelum jadi pejabat. Sebab, kalau sudah jadi pejabat hukum sudah dilupakan,” katanya.

Ia berharap para akademisi tersebut jika terjun ke dalam pemerintahan atau politik bisa tetap menjaga integritasnya.

“Jangan hukum sampai rusak. Jabatan dan politik itu tidak bisa dipertaruhkan, tetapi jangan sampai implementasi ilmu juga dirusak,” ujar Mahfud. [Red]

 

Sumber : Kompas.com

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan