Masyarakat Diimbau Untuk Tidak Membakar Sampah di Bawah Pohon

Masyarakat Diimbau Untuk Tidak Membakar Sampah di Bawah Pohon
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Padang, Sutan Hendra sempat memotong langsung pohon kayu yang menimpa sebuah mobil di kawasan Dobi, Kecamatan Padang Barat, Rabu (10/1/2018) siang. (IST)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Selang 12 jam usai kejadian pohon kelampa menimpa rumah Bayu (37), warga Jundul Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat pada Selasa (9/1/2018) malam, sebuah pohon kayu juga menghantam satu unit mobil yang sedang terparkir di Jalan Dobi, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Rabu (10/1/2018) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Saksi mata di lokasi kejadian, Syahrul Untung menyebut bahwa saat kejadian mobil jenis Toyota Yaris dengan nomor polisi (nopol) BA 1843 BL warna biru tersebut sedang terparkir persis di bawah pohon jenis Patai-patai tersebut.

“Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh datang. Ketika saya telusuri sumber suara tersebut, sebuah pohon kayu menimpa mobil yang terparkir di pinggir jalan. Sontak saja, kami kami langsung menghubungi pihak dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” tutur pria yang juga menjabat sebagai RT 02 RW 10, Kelurahan Kampung Dobi, Kecamatan Padang Barat tersebut.

Pemilik mobil, Hendro (50), mengakui bahwa dirinya memang sering memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Namun, sebelum kejadian mobil banyak yang berhenti di pinggir jalan, dirinya kemudian memarkirkan di lokasi yang kosong, persis di bawah pohon.

“Saya mengetahui mobil saya hancur di bagian depan karena tertimpa pohon dari warga yang melihat kejadian tersebut. Saya yang sedang bekerja di dalam, kemudian keluar dan benar saja sudah hancur,” terang pria yang berprifesi sebagai Manajer Proyek di sebuah toko perabotan dan percetakan tersebut.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan bahwa saat pihaknya mengevakuasi pohon dari mobil yang menimpa mobil dan sebagian jalan raya tersebut, dirinya menemukan bagian bawah pohon yang sudah terbakar dan hangus.

“Kendala tidak ada. Hanya saja jalanan macet, dan juga kami temukan akar pohon yang sudah mati akibat pembakaran sampah yang dilakukan oleh masyarakat,” ucap Sutan.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Kampung Pondok, Chandra Eka Putra sangat menyayangkan tindakan masyarakat yang membakar sampah di bawah pohon. Selama ini, pihaknya mengklaim telah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah di pinggir jalan dan pohon kayu karena berpotensi menimbulkan korban jiwa.

“Namun, masih saja kami temukan masyarakat yang lalai dan lupa akan dampak negatifnya, apa lagi belakangan ini cuaca tidak bisa ditebak seperti angin kencang,” ulasnya. [Red]

Bagikan:
Tags: , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.