Menanti Kelahiran Azizchan Baru Kota Padang | Redaksi Sumbar

Menanti Kelahiran Azizchan Baru Kota Padang

Menanti Kelahiran Azizchan Baru Kota Padang Dibaca : 407 Kali
Bagikan:

NASIONAL.RedaksiSumbar.com – Di antara deretan nama Pahlawan Nasional yang berasal dari Sumatera Barat, tersebutlah Bagindo Aziz Chan, ada juga yang menulis Bagindo Azizchan yang dikenal sebagai wali kota ke-2 Padang.

Pria ini lahir di Kampung Alang Laweh, Kota Padang pada 30 September 1910.Aziz Chan adalah anak keempat dari enam bersaudara, buah pernikahan Bagindo Montok dan Djamilah.

Bagindo Aziz Chan mengenyam pendidikan HIS di Padang, MULO di Surabaya, dan AMS di Batavia. Tamat dari AMS, lalu sempat dua tahun duduk di Rechtshoogeschool te Batavia (RHS).

Ketika resmi menikah, sesuai dengan adat yang berlaku di Pariaman, Aziz Chan pun memperoleh gelar ‘Bagindo’.

Sebelum menjadi Wali Kota Padang, Aziz Chan sempat membuka praktik pengacara dan aktif di beberapa organisasi, di antaranya sebagai pengurus Jong Islamieten Bond pimpinan Agus Salim.

Kembali ke kampung halamannya pada tahun 1935, Aziz Chan mengabdi sebagai guru di beberapa sekolah di Padang dan berkali-kali pindah mengajar ke luar kota. Ia sempat aktif di Persatuan Muslim Indonesia (PERMI) sampai organisasi itu dibubarkan Pemerintah Kolonial Belanda tahun 1937.

Ketua MPI KNPI Padang Andree Algamar Menyampaikan , kisah pengangkatan Bagindo Aziz Chan sebagai Wali Kota Padang terekam dengan baik dalam Madjalah Penerangan Sumatera Tengah pada 15 Djuli 1953, dengan tajuk tulisan berjudul “Pahlawan Nasional Azizchan”.

Pada 15 Agustus 1946, Bagindo Aziz Chan dilantik sebagai Wali Kota Padang, menggantikan Mr Abubakar Jaar yang pindah tugas menjadi residen di Sumatera Utara.

Begitu menjabat wali Kota Padang, Bagindo Aziz Chan berunding dengan pihak sekutu. Masalah yang dibicarakan adalah keamanan Kota dan keselamatan warga Kota sehubungan keberadaan pasukan sekutu.

Baca Juga :  Deliserdang Diguncang Gempa Berkekuatan 5,6 SR

Dalam perundingan itu, pihak Sekutu berjanji bekerja sama dan menjaga keamanan Kota Padang.

Semasa menjadi wali kota, tambah Andree Algamar, Bagindo Aziz Chan memegang teguh prinsip dan bertekad menegakkan pemerintahan, meski dalam keadaan sesulit apa pun.

“Entahlah kalau mayat saya sudah membujur, barulah Padang akan saya tinggalkan.” Sebaris kalimat itu seakan menggambarkan kegigihannya dalam mengemban tanggung jawab sebagai seorang wali kota.

Keteguhannya mempertahankan Kota Padang membuat Aziz Chan menjadi sasaran tentara Belanda sebagai musuh nomor satu yang harus segera dienyahkan.

Skenario jahat pun segera disusun Belanda. Aziz Chan diminta datang untuk menenteramkan situasi pascainsiden yang terjadi pada 19 Juli 1947. Insiden yang berlangsung di Simpang Lapai tersebut melibatkan seorang tentara Belanda bernama van Erp. Strategi kotor itu berhasil melenyapkan Bagindo Aziz Chan.

Untuk mengenang Bagindo Aziz Chan, berdiri tugu berbentuk kepalan tangan atau yang lebih dikenal dengan Tugu Simpang Tinju. Nama Bagindo Aziz Chan juga diabadikan menjadi nama jalan.

Andree Algamar

Untuk tetap menjaga semangat perjuangan Bagindo Aziz Chan Pemko Padang dan DPD KNPI Padang selalu mengadakan Napak Tilas perjuangan yang melibatkan banyak organisasi kepemudaan di Padang untuk terus mengenang jasa Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan, ujar Andree.

Selain itu pada saat Muskot KNPI Padang Tahun 2015, DPD KNPI Padang berinisatif untuk Memberikan BAGINDO AZIZ CHAN AWARD kepada tokoh yang memberikan perhatian luar biasa kepada organisasi kepemudaan dan menjadi kader pemimpin yang dapat menjadi teladan pemuda Hari ini.

Shadiq Pasadiqoe Bupati Tanah Datar 10 Tahun serta mantan bendahara KNPI Sumbar, menjadi Penerima Bagindo Aziz Chan Award pertama,ia dianggap layak mendapatkan penghargaan karena perhatian kepada organisasi pemuda, dan sukses sebagai kader organisasi pemuda dan ahkirnya berhasil sebagai pejabat publik. Karena hal itu hampir mirip dengan sejarah Bagindo Aziz Chan lah DPD KNPI Padang memberikan penghargaan tersebut.

Baca Juga :  Kodim 0311/Pessel Gelar Nonton Bareng Film G 30S PKI Bersama Pelajar Di Painan

Andree Algamar juga mengharapkan kedepannya DPD KNPI Padang dapat Melanjutkan Penganugrahan Bagindo Aziz Chan Award setiap 3 tahunnya dan dapat mendorong Pemko Padang untuk mewujudkan cita-cita kita bersama yaitu pendirian UNIVERSITAS Bagindo Aziz Chan, Sehingga semangat keberanian pemuda seperti yang dicontohkan Bagindo Aziz Chan dapat menjadi teladan pemuda Kota Padang.[RED]

Bagikan:
Tags: ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close