Mengenal Lebih Dekat Kabupaten Dharmasraya di HJK ke-13 di Bawah Kepemimpinan Bupati Termuda Se-Indonesia | Redaksi Sumbar

Mengenal Lebih Dekat Kabupaten Dharmasraya di HJK ke-13 di Bawah Kepemimpinan Bupati Termuda Se-Indonesia

Mengenal Lebih Dekat Kabupaten Dharmasraya di HJK ke-13 di Bawah Kepemimpinan Bupati Termuda Se-Indonesia
Bagikan:




Dharmasraya,RedaksiSumbar.com–Tepat hari ini, 7 Januari 2004 silam, atau 13 tahun lalu, Dharmasraya menjadi sebuah kabupaten baru, merupakan pemekaran dari Kabupaten Sijunjung, Sumater Barat.  Hal ini ditetapkan pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2003 bersamaan dengan pemekaran Kabupaten Solok Selatan dan Pasaman Barat.

Usia 13 tahun adalah usia yang sangat muda di Hari Jadi Kabupaten (HJK) ini, namun bagi Kabupaten yang kenal dengan ‘Ranah Cati Nan Tigo’ ini, usia 13 tahun adalah masa-masa terus membangun dan berbenah diri. Apalagi saat ini Dharmasraya di pimpin oleh Sutan Riska Tuanku Kerajaan, S.E yang merupakan Bupati termuda se-Indonesia. Ia lahir 27 Mai 1989. Tentu saja, ditangan enerjiknya akan mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat Dharmasraya ke depannya.

Dilihat dari letak geografis Kabupaten Dharmasraya terletak di antara 0o47′ – 03o42′ LS – 101o09′ – 101o54′ BT, luas wilayahnya adalah 2.961,13 Km2. Perbatasan wilayahnya adalah di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bungo dan Tebo, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Solok dan Solok Selatan, di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, Kabupaten Kuantan Singingi, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bungo Provinsi Jambi dengan letak ibukota di Pulau Punjung.

Kabupaten Dharmasraya mempunyai letak yang sangat strategis dengan dilewatinya Jalan Lintas Sumatera sepanjang 81 Km. Melihat kondisi letak yang sangat strategis tersebut Kabupaten Dharmasraya sangatlah dikenal oleh masyarakat secara luas khususnya bagi orang yang melaksanakan perjalanan darat  antar pulau khususnya lintas Jawa – Sumatera.

Pada awal berdirinya Kabupaten Dharmasraya terbagi dalam 4 kecamatan yaitu Kecamatan Pulau Punjung, Kecamatan Sitiung, Kecamatan Koto Baru dan Kecamatan Sungai Rumbai. Seiring dengan tuntutan pelayanan prima kepada masyarakat Kecamatan yang ada mengalami pemekaran menjadi 11 yaitu Kecamatan IX Koto, Timpeh, Tiumang, Koto Salak, Koto Besar, Padang Laweh dan Asam Jujuhan.

Baca Juga :  Bupati Dharmasraya Manfaatkan Medsos Pantau Kinerja OPD, Camat Dan Wali Nagari

Kabupaten muda ini mempunyai struktur penduduk yang sangat heterogen dengan suku bangsa yang beraneka ragam antara lain suku Minangkabau, Jawa, Sunda, Batak dan sebagian kecil dari suku lain-lainnya. Wilayah ranah cati nan tigo ini sebagian digunakan sebagai lahan untuk transmigrasi maka sebagian besar wilayah Dharmasraya adalah pertanian dan perkebunan. Pertanian di Kabupaten Dharmasraya sangat maju dengan ditopang irigasi melalui Bendungan Batu Bakawik.

Sedangkan untuk perkebunan sebagian besar masyarakat memanfaatkan lahan untuk perkebunan karet, kelapa sawit dan kakao. Hasil alam juga dimiliki kabupaten muda ini antara lain batu bara, emas, biji besi dan lain-lainnya namun banyak yang belum terolah dengan baik. Tingkat pendapatan masyarakat Dharmasraya cukup maju bahkan kabupaten muda ini dijuluki oleh kabupaten lain sebagai nagari petro dollar.

Kabupaten Dharmasraya mempunyai cukup obyek wisata yang sebenarnya apabila dikelola dengan baik akan dapat meningkatkan income untuk daerah maupun masyarakat. Obyek wisata yang dimiliki oleh kabupaten Dharmasraya antara lain :

Bendungan Batu Bakawik mungkin satu-satunya bendungan yang dimiliki oleh Propinsi Sumatera Barat dan terletak di Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya.

Obyek wisata lain yang dimiliki oleh Kabupaten Dharmasraya antara lain adalah obyek wisata air terjun Timbulun yang terletak di kenagarian IV Koto Kecamatan Pulau Punjung.

Diseberang sungai Batang Hari, kita akan memasuki Jorong Sungai Langsat dimana komplek Candi Padang Roco. Di Jorong yang dihuni oleh 134 KK ini ternyata ada cerita indah tentang peninggalan purbakala dan masa-masa kerajaan Melayu Suwarna Bhumi sekitar abad XII sampai abad XIV M.

Kerajaan Siguntur atau Dharmasraya yang terletak di Siguntur kecamatan Sitiung ini diperkiraan berdiri pada 11 M yang lampau. Dharmasraya yang kini menjadi kabupaten ternyata dulunya nama kerajaan yang berkembang di abad ke-11. Kerajaan ini berpusat di Siguntur, daerah tepian Sungai Batanghari yang merupakan babak penting perkembangan kerajaan Pagaruyung.

Baca Juga :  Terharu, Bupati Dharmasraya Teteskan Air Mata. Malam Puncak HJK Dharmasraya Ke-13 Spektakuler

Dibawah kepemimpinan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, S.E dan wakil Bupati Amrizal Dt Rajo Medan, S.Sos, Dharmasraya bertekad membangun dan mensejahterakan rakyatnya. (dari berbagai sumber/Irwan)




Bagikan:
Tags: ,



Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

banner 750x100


close