Meninggal Tak Wajar, Polisi Bakal Gali Kubur dan Autopsi Jenazah SPG Rokok PT HM Sampoerna Bukittinggi | Redaksi Sumbar

Meninggal Tak Wajar, Polisi Bakal Gali Kubur dan Autopsi Jenazah SPG Rokok PT HM Sampoerna Bukittinggi

Meninggal Tak Wajar, Polisi Bakal Gali Kubur dan Autopsi Jenazah SPG Rokok PT HM Sampoerna Bukittinggi Dibaca : 8086 Kali
Bagikan:

PADANG. RedaksiSumbar.com – Seorang Sales Promosion Girl (SPG) perusahaan rokok ternama PT HM Sampoerna Bukittinggi berinisial HRM (23) yang meninggal dan telah dimakamkan pada 6 Januari 2017 lalu di Padang, rencananya Selasa depan (31/1) akan dilakukan penggalian terhadap kuburannya dan akan dilakukan autopsi terhadap jenazah. Pasalnya ditemukan kejanggalan atas kematian korban yang tengah mengandung 5 bulan tersebut.

Menurut AKBP Syamsi, Kabid Humas Polda Sumbar, dari hasil pemeriksaan penyidik, dalam kasus ini, ditetapkan 2 orang tersangka dan tengah dilakukan pengembangan kasus.

“Kemungkinan besar akan dilakukan penggalian kubur jenazah dan kemudian dilakukan autopsi,” ujarnya.

Sementara itu, kedua tersangka yang diduga kuat menjadi penyebab kematian korban telah ditahan. Mereka adalah teman pria korban berinisal ‘M (32) dan asisten apoteker peracik obat untuk aborsi kandungan ‘MC (35).

Cerita ini bermula ketika wanita cantik berusia 23 tahun tersebut menjalin hubungan asmara dengan leader yang masih rekan kerjanya di sebuah perusahaan rokok ternama di Bukittingi. Keduanya telah melakukan hubungan suami-istri hingga mengakibatkan korban hamil. Karena ‘M belum siap untuk menikah, maka ‘M meminta agar korban menggugurkan kandungannya yang telah memasuki usia 20 minggu tersebut.

Namun sayangnya, korban tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit karena menahan sakit perut dan kejang-kejang setelah meminum obat hasil racikan ‘MC (35) yang bekerja sebagai karyawan kontrak bagian asisten apoteker disalah satu rumah sakit di Kota Bukittinggi.

Sementara itu, teman pria korban dan asisten apoteker peracik obat untuk aborsi kandungan kini telah ditetapkan menjadi tersangka dari penyebab kematian korban.

Kedua tersangka akan dikenakan pasal 347 KUHP atau 348 KUHP pasal 349 atau pasal 299 KUHP junto pasal 71 dengan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, dengan ancaman maksimal 10 tahun kurungan penjara dan denda maksimal 1 miliyar rupiah.

Baca Juga :  Ingin Pulang Kerumah, Seorang Tahanan Nyaris Lompat Dari Lantai 4 Gedung Mapolda Sumbar

[Tim Liputan]

Bagikan:
Tags: , , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close