Merk “Batik Tanah Liek” Sudah Didaftarkan Di Kemenkumham RI

Merk “Batik Tanah Liek” Sudah Didaftarkan Di Kemenkumham RI
Poto bersama sambil memperlihatkan surat dari Kemenkumham RI. [IST]
Bagikan:

PESISIR SELATAN, RedaksiSumbar.com – Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI) akhirnya memberikan penjelasan hukum pendaftaran merk atas “Batik Tanah Liek”. Karena, sempat menjadi polemik atas adanya oknum yang mengklem dari salah seseorang warga budaya peninggalan budaya Sumatera Barat.

Sehubungan dengan surat Nomor 022/LKAAM- SB/I/2018 tanggal 22 Januari 2018 tentang somasi dan menolak atas Klaim Perorangan terhadap Batik Tanah Liek , dengan ini dijelaskan bahwa, Merek yang dilindungi terdiri atas tanda berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna dalam bentuk dua atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan / jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/ atau jasa sebagaiamana yang dimaksud dalam ketentuan pasal 2 ayat 3 UU No 20 Tahun 2016 tentang Merek dan indikasi geografis.

Menyikapi kondisi keresahan masyarakat Pengarajin batik “Tanah Liek” yang terjadi di wilayah provinsi Sumatera Barat sekarang ini, terkait dengan somasi yang dilakukan oleh pemilik merek terdaftar, hal ini seharusnya tidak terjadi. Oleh karena itu, Batik Tanah Liek tidak bisa dimonopoli oleh perorangan meningat Batiak Tanah Liek merupakan hak komunal/ hak masyarakat adat minang kabau. Sehingga, kata dipergunakan oleh warga masyarakat Minang Kabau untuk jenis barang kain batik, baju batik, selendang batik, sarung batik, tutup kepala batik, dan lain- lain.

Baca juga : Sejarah Panjang Batik Mampu Jadi Identitas Sekaligus Pemersatu Bangsa

Bawah merek tanah liek terdapat kata Tanah Liek, bisa terdaftar karena ada unsur merek lain yang mengikuti kata Tanah Liek tersebut. Sehingga menjadi unsur merek disini ialah logo. Sedangkan kata Tanah Liek tersebut menerangkan jenis barang yang tidak dikualifikasi sebagai merek.

Ketua Tim Delegasi Batik Tanah Liek yang juga ketua Dekranasda Kabupaten Pessel Lisda Hendrajoni didampingi Muhammad Iqbal salah seorang perajin batik juga beberapa komunitas pengrajin batik mengatakan, apa yang terjadi polemik Klaim Batik Tanah Liek, merujuk kepada fakta-fakta sejarah, kebiasan-kebiasan adat di alam Minangkabau dan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli terkait dengan Batik Tanah Liek untuk jenis barang batik yang merupakan pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional, serta kearifan lokal warisan budaya Minangkabau.

Baca juga : Ketua Dekranasda Pessel, Lisda Hendrajoni, Ditunjuk Sebagai Ketua Tim Delegasi Masalah Paten Produk Budaya

“Kita bersama tim datangi Kemenkumham RI, dan berhasil membawa surat No HKI.4-HI.06.06.06.06-27/2018 Hal penjelasan Hukum atas Pendaftaran merek,” jelas Lisda.

Berkat dukungan dari Provinsi Sumatera Barat, Dekranasda Provinsi, LKAM Provinsi Sumatera Barat Lisda Hendrajoni mendapatkan kejelasan bahwa keberadaan Batik Tanah Liek adalah milik budaya Minang Kabau.

Dan, kini para perajin batik tidak usah takut lagi menggunakan batik tanah liek. Karena ia bersama komunitas Batik Tanah Liek telah mendapatkan surat dari Menkumham RI.

“Kita hanya meluruskan, dan memberikan penjalasan bahwa Batik Tanah Liek milik Masyarakat Minang Kabau, dan tidak seharusnya di perdebatkan,” ajaknya.

Lisda lebih jauh menambahkan, kedepan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama Dinas Dekranasda Pessel akan menjadikan salah satu kecamatan sebagai kampung batik, yaitu Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai. [EET]




Bagikan:
Topik: , ,
Loading...