Meski Tak Punya Dasar, Sejumlah SMA Di Solok Selatan Lakukan Pungutan Terhadap Siswa | Redaksi Sumbar

Meski Tak Punya Dasar, Sejumlah SMA Di Solok Selatan Lakukan Pungutan Terhadap Siswa

Meski Tak Punya Dasar, Sejumlah SMA Di Solok Selatan Lakukan Pungutan Terhadap Siswa
Ketua Baznas Kota Bukittinggi, Rahman Ritonga, sedang menyerahkan bantuan zakat kepada tenaga guru honor. [Debi Kurnia]
Dibaca : 1109 Kali
Bagikan:

SOLOK SELATAN, RedaksiSumbar.com – Kendati telah dilarang oleh pemerintah. Sejumlah Sokolah Menengah Atas (SMA) di Solok Selatan, Sumatera Barat tetap melakukan pungutan kepada sejumlah calon siswa baru. Pengutan itu, dikemas dalam biaya daftar ulang saat memasuki tahun ajaran 2017 ini.

Dari informasi yang dirangkum, pungutan dimasing-masing sekolah bervariasi mulai dari Rp 540 ribu hingga Rp 965 ribu. Dan ini merupakan kewajiban yang harus dibayar oleh masing-masing calon siswa. Bahkan ada sekolah di Solok Selatan ini secara terang meminta uang titipan iuran bulanan dan titipan buat uang pembangunan selama dua bulan ke depan. Kata titipan itu tertera langsung di formulir pendaftaran.

“Anak saya diwajibkan melakukan pembayaran saat daftar ulang. Besaran yang dibayar sejumlah Rp 650 ribu di SMA 6 Solok Selatan,” kata salah satu orang tua siswa, Asrinal.

Menurut Asrinal, sangat ironis mengingat setiap sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat atau daerah yaitu sekolah negeri, dalam melakukan tugas dan fungsinya menyelenggarakan kegiatan pendidikan, pihak sekolah telah didukung dana BOS. Bahkan 20 persen dana APBD diperuntukkan untuk menunjang dunia pendidikan tersebut.

Secara aturan, bukankah sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan terhadap wali murid jika merujuk pada Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No 44 Tahun 2012 Tentang Pungutan Dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Dasar. Dimana katanya, Pasal 9 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No 44 Tahun 2012 Tentang Pungutan Dan Sumbangan Biaya Pendidikan Pada Satuan Dasar menyatakan Satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan/atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan.

Baca Juga :  Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi Laporkan Rencana Pengembangan Tenun/Sulam Tanah Datar Ke Ibu Wakil Presiden RI

“Dalam Undang-Undang dan Peraturan Menteri tersebut telah dijelaskan larangan dilakukannya pungutan jenis apapun di sekolah negeri saat lulus atau pun penerimaan siswa baru, mulai dari tingkat SD, SMP dan SLTA sederajat yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat ataupun daerah. Pemerintah menjamin pendidikan dasar tanpa pungutan, terutama untuk pendidikan SD, SMP dan SMA atau SLTA sederajat,” ujarnya.

Ini lanjutnya lagi, merupakan suatu kabar miring yang patut ditelusuri oleh pihak yang berwenang menanganinya. Sebab katanya, hal itu sangat memberatkan bagi sejumlah orang tua murid, terutama bagi mereka yang tidak mampu.

“Dan ini juga menjadi catatan bagi tim saber pungli Solok Selatan. Apakah ini akan dibiarkan begitu saja,” katanya.

Kepala Sekolah SMA 3 Solok Selatan, Syamsuria mengatakan pungutan yang dilakukan ini telah sesuai dengan kesepakatan komite. Meskipun belum ada instruksi pungutan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat yang berwenang terhadap SMA tahun ini.

“Besaran pembayaran yang harus dibayarkan calon siswa sebesar, Rp 805 ribu untuk siswa laki-laki dan Rp 965 ribu untuk siswa perempuan,” katanya.

Item itu adalah pakaian olahraga, baju MOS, pakaian muslim, atribut sekolah, baju seragam kabupaten, iuran rutin SPP dua bulan, titipan uang pembangunan, simpanan pokok koperasi serta kartu siswa dan pustaka.

“Biaya tersebut demi kelancaran operasional sekolah. Kemudian ada juga jilbab untuk calon siswa perempuan,” sebutnya meskipun dalam kwitansi tidak ada tertera pemberian jilbab.

Sejauh ini, SMAN 3 Solok Selatan telah berhasil mengumpulkan biaya daftar ulang tersebut sebesar Rp 223.500.000 dari 252 siswa baru yang telah mendaftar dan langsung membayar biaya pendaftarannya.

Sementara, untuk SMAN 6 Solok Selatan mensyaratkan biaya daftar ulang bagi calon siswa yang baru tidak sebesar yang dilakukan SMAN 3 Solok Selatan. Kepala sekolah SMAN 6 Solok Selatan, Edi Nasri mengaku biaya yang dipungut oleh sekolahnya berkemungkinan yang terkecil sari setiap sekolah SMA sederajat yang ada di Solok Selatan.

Baca Juga :  Kompetisi Ball Lunau Digelar Di Pauh Duo, Solok Selatan

Adapun biayanya sendiri yaitu sebesar Rp 650 ribu bagi calon siswa perempuan dan Rp 540 ribu bagi calon siswa laki-laki. Item yang mesti dibayar oleh calon siswa baru adalah baju olahraga, baju muslim, atribut sekolah, asuransi untuk satu tahun, titipan SPP Juli-Agustus 2017, titipan BP3, jilbab 3 helai bagi calon siswa perempuan.

“Namun pembayarannya tidak harus lunas, boleh diangsur,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Burhasman Bur menyebutkan bahwa sejauh ini tidak ada instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi kepada sekolah untuk melakukan pungutan biaya pendaftaran ulang tersebut.

“Apalagi harus membayar titipan uang SPP. Mestinya siswa belajar dulu baru diminta iuran SPP tersebut. Nanti akan saya tindaklanjuti sekolah-sekolah yang melakukan pungutan itu,” katanya. [Dicky]

Bagikan:
Tags: , , , , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close