Minta Maaf Kepada TNI, Telepon Genggam ‘Anak Kolong’ Dipecahkan Sang Putra

Minta Maaf Kepada TNI, Telepon Genggam ‘Anak Kolong’ Dipecahkan Sang Putra
Pelaku penyebar ujaran kebencian kepada TNI di Agam saat memberikan pernyataan maaf secara terbuka di hadapan pihak dari Kodim 0304/Agam dan tokoh masyarakat setempat. IST.
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang diduga menyebarkan ujaran kebencian kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya meminta maaf secara terbuka kepada TNI, Jumat (13/10/2017) siang.

Pelaku penyebar hate speech tersebut diketahui bernama Yusrizal (65), warga Jorong Balai Ahad, Kenagarian Lubuak Basuang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Dirinya diamankan di rumahnya oleh personil dari Kodim 0304/Agam dan Koramil Lubuk Basung pada Jumat (13/10/2017) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Pria yang juga merupakan seorang anak dari Purnawirawan TNI tersebut mengatakan dirinya terpancing untuk mengomentari sebuah status di akun Facebook miliknya pada Kamis (12/10/2017) lalu. ”Intinya bubarkan saja TNI biar semua Polri yang tangani, lagian zaman sekarang kan tidak ada lagi perang dengan penjajah, atau dengan negara lain, yang jelas menghemat anggaran belanja negara, negara kita lagi banyak utang,” begi

Kutipan komentar dari pelaku penyebar ujaran kebencian terhadap TNI di Agam.

tu komentar yang ia lontarkan di media sosial tersebut.

Dirinya mengatakan bahwa tidak ada bermaksud melakukan penghinaan terhadap TNI. Bahkan dirinya mengklaim ingin melakukan pembelaan terhadap TNI dari status salah seorang temannya di Facebook, namun karena terpancing emosi, Yusrizal menyatakan tidak sengaja mengetik tulisan mengandung ujaran kebencian. “Atas komentar tersebut, dengan setulus hati saya meminta maaf kepada seluruh prajurit TNI dimanapun, termasuk kepada keluarga saya sendiri yang masih ada sangkutannya dengan TNI,” ucap ‘Anak Kolong’ tersebut.

Dirinya mengakui baru menggunakan aplikasi media sosial yang populer tersebut selama 3 Bulan, dan sebelum kejadian tersebut, sebutnya sang anak juga telah melarang untuk menggunakan facebook. Setelah komentarnya viral dan menjadi pergunjingan tetangga serta tokoh masyarakat setempat, akun tersebut langsung membuat klarifikasi permohonan maaf. Kini akun tersebut pun sudah di deaktivasi ”Telepon genggam saya sudah diambil dan dipecahkan oleh anak saya. Saya berjanji tidak akan bermain media sosial lagi. Saya sungguh minta maaf dan menyesal sekali,” tuturnya.

Untuk proses selanjutnya Yusrizal diberikan sanksi diwajibkan lapor dua kali sehari dan sanksi sosial dari kerapatan adat, dan terkait kasus ini, Kodim 03/04 Agam, langsung melakukan introgasi terhadap Yusrizal.

Usai diinterogasi di Makodim 0304 Agam, Yusrizal yang didampingi keluarganya membuat pernyataan maaf secara tertulis. Sekaligus mengungkapkannya melalui media massa. Dia menegaskan tidak bermaksud menulis bubarkan TNI, melainkan bertujuan membela TNI.

Sementara itu Komandan Distrik Militer (Dandim) 03/04 Agam, Letkol (Kav) Salim Kurniawan Dewantara mengatakan bahwa siapapun yang menentang TNI sudah pasti ditindak lanjuti, karena TNI komitmen untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena TNI itu dari rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat TNI kuat, namun dalam hal ini karena ada rakyat yang mencoba melakukan memecah belah persatuan, sehingga harus diamankan. ”Terkait temuan komentar di facebook tersebut, diminta pada seluruh lapisan masyarakat, agar berhati-hati dalam berkomentar di media sosial karena akan berakibat fatal yang dapat merugikan diri sendiri dan bisa dijerat hukum,” tegasnya.

Salimmenyayangkan adanya ulah warganet yang diakuinya masih keluarga TNI itu. TNI memang musuh besar Partai Komunis Indonesia (PKI) dan kelompok radikal. “Awalnya saya curiga pembuat komentar ini bagian dari PKI, namun ternyata masih keluarga besar TNI, dan tidak sepatutnya dia berbuat seperti itu. Hingga sekarang TNI masih solid dan kuat. Kami tidak akan segan menindak siapapun yang membuat komentar dan status miring di media sosial terutama yang menghina TNI,” pungkasnya. [KJA]

Bagikan:
Tags: , , , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan