Minum Larutan Pestisida, Pengusaha Asal Pariaman Ditemukan Tewas di Hotel Amaris  

Minum Larutan Pestisida, Pengusaha Asal Pariaman Ditemukan Tewas di Hotel Amaris   
Tim identifikasi dari kepolisian melakukan olah TKP di kamar 10-2 Hotel Amaris terkait penemuan mayat. (IST)
Bagikan:

 

PADANG, RedaksiSumbar.com – Seorang pengusaha asal Pariaman, Sumatera Barat ditemukan meninggal dunia di kamar 10-2 Hotel Amaris, Jalan Jenderal Sudirman Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/11/2017) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Pria paruh baya yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut diketahui bernama Arman Zakaria (53), warga Jalan Teratai Putih II/6 Nomor 60 RT 16 RW 4, Kelurahan Malaka Sari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat ditemukan kondisi korban mengenaskan. Mulutnya berbusa. Matanya terbelalak.

Kejadian berawal disaat petugas hotel hendak melakukan konfirmasi meninggalkan hotel kepada Arman yang harus keluar karena durasi menginap yang sudah habis di hotel milik Santika Grup tersebut.

Larutan pestisida yang diminum oleh pengusaha asal Pariaman. (IST)

Ketika pintu digedor dan pihak unit layanan hotel menghubungi korban melalui sambungan telepon hotel, dirinya tidak juga menyahut. Petugas yang merasa curiga kemudian membuka pintu secara paksa.

“Informasinya yang saya terima, ketika pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam kondisi sudah terkapar dengan mulut berbusa dan mata terbelalak. Saya mendengar itu dari mulut rekan saya yang melihat kejadian tersebut secara langsung,” terang salah satu karyawan hotel Amaris, Supri.

Sementara itu, salah seorang pihak keluarga korban, M Sidik (53) mengatakan bahwa dirinya mendapatkan laporan dari polisi di hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB.

“Mendapat informasi itu, kami langsung berangkat dari Pariaman untuk melihat kondisi kerabat saya ini,” ucapnya lirih.

Di tempat terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Padang, Kompol Daeng Rahman mengatakan bahwa korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tragis dengan meminum larutan pestisida.

“Hal tersebut terbukti ketika tim identifikasi kepolisian yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan sebuah larutan pestisida yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi oleh manusia. Jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga karena menolak untuk dilakukan otopsi. Kami hanya melakukan visum luar saja,” tuturnya. [Red]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan