Nasib PKS PT. GMP Menunggu Hasil Laboratorium

Nasib PKS PT. GMP Menunggu Hasil Laboratorium
Tampak tim Gakkum KLHK RI bersama tim Laboratorium DLH Pasbar sedang pengambilan sampel di parit yang diduga buangan limbah cair PKS PT. GMP. [Bis]
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Turunnya tim Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (Gakkum KLHK RI) ke Pabrik Kelapa Sawit PT. Gersindo Minang Plantations (GMP) terkait dugaan pembuangan limbah cair ke parit, semoga bisa ditindak lanjuti.

Pasalnya, tinjauan itu langsung di arahkan ke lokasi dugaan pembuangan limbah cair pabrik PT. GMP yang berlokasi di dekat pabrik dan di lokasi perkebunan perusahaan itu.

“Semoga, apa yang sudah dilihat dan yang sudah diambil sampelnya itu bisa ditindak lanjuti dengan cepat. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup,” pinta Ketua Basis Serikat Petani Indonesia (SPI) Tanjung Pangkal, Pasaman Barat, Novriadi, Kamis (16/11/2017) malam.

Kita akan selalu melakukan pengawasan sebagai kontrol sosial masyarakat terahadap pengelolaan limbah cair dari pada perusahaan pabrik PT. GMP ini. Agar, kedepan air yang ada di lokasi ini tidak bau busuk dan adanya dugaan air limbah yang mengalir.

“Kita percaya dengan pihak Gakkum KLHK yang sudah melihat langsung dan menyaksikan pengambilan sampel oleh tim laboratorium DLH Pasaman Barat,” katanya.

Disebutkan tim pengawasan dan Gakkum KLHK yang turun kelapangan, Cietro, bersama timnya bahwa, hasil laboratorium didapat lebih kurang dua minggu.

“Untuk hasil baku mutu air yang di laboratorium itu, sekitar dua minggu. Kita tinggu saja dulu hasilnya,” kata tim itu.

Kadis Lingkungan Hidup Pasbar, Edi Busti, mengatakan hal yang sama bahwa, hasil labor itu keluarnya lebih dua minggu lamanya. “Setelah kita ambil sampel, langsung kita bawa ke Laboratorium,” katanya singkat. [Bis]

Bagikan:
Tags: , , , , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan