Nurani Perempuan Akan Kawal Kasus Penyekapan Terhadap Bocah 11 Tahun

Nurani Perempuan Akan Kawal Kasus Penyekapan Terhadap Bocah 11 Tahun
Melati (nama samaran, red) saat bertemu dengan ayah kandungnya dan didampingi oleh petugas dari Dinsos dan P2TP2A Kota Padang di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolresta Padang, Jumat (12/1/2018) pagi. (Iskandar Rahman Koto)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Direktur Woman Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan, Yefri Heriani menyebut, bahwa pihaknya akan mengawal kasus yang menimpa Melati (nama samaran, red). Bocah berusia 11 tahun tersebut diduga disekap dan dirantai oleh kedua orang tuanya.

“Kita akan mengawal kasus ini hingga menemukan titik terang. Semoga anak yang jadi korban mendapatkan perlindungan dan bisa dibantu merencanakan kehidupannya ke depan. Saat ini, kami (Nurani Perempuan, red) sudah berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang,” ucap Yefri Heriani.

Baca : Kaki Dirantai, Bocah 11 Tahun Nekad Kabur ke Asrama Polisi

Nurani Perempuan, sebut Yefri melihat diperlukan kejelasan perlindungan anak ke depan, dalam hal ini penangan untuk mendukung pemulihan anak.

“Pemerintah punya kewajiban untuk memastikan pengasuhan anak ke depannya. Tindak pidana yang telah dilakukan harus mendapatkan ganjaran, tapi kita perlu juga mengetahui latar belakang mengapa ini tindakan ini terjadi, apakah karena kemiskinan, sehingga ibu menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan melampiaskannya ke anak? Bila itu terjadi, si ibu dan juga korban membutuhkan hak untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan hukum,” ulasnya.

Pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan dapat dijerat dengan pasal 76 E jo 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang (UU) nomor 23 tahun 2002 tentang pelindungan anak. [Red]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...