Oknum Satpol PP dan Damkar Padang Edarkan Narkoba

Oknum Satpol PP dan Damkar Padang Edarkan Narkoba
Dua oknum ASN Pemko Padang dan satu tenaga honorer Satpol PP Padang ditangkap oleh Polda Sumbar terkait kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu. (Istimewa)
Bagikan:

PADANG, RedaksiSumbar.com – Polisi menangkap dua oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan satu dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Padang terkait dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu.

Ketiga orang tersebut berinisial D, 25, Y, 35, dan M, 32. Dua nama terakhir merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Satpol PP dan Damkar Kota Padang.

Sementara D merupakan seorang tenaga honorer di Satpol PP Kota Padang yang diamankan oleh tim dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar terlebih dahulu di jalan Jhoni Anwar, Kelurahan Lapai, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat pada Rabu, 14 Maret 2018 lalu.

“Dari pengakuannya, dirinya menjual barang haram tersebut senilai Rp1 juta kepada calon pembeli. Kemudian kami lakukan pengembangan terkait jaringan peredaran narkoba di lingkungan Pemerintah Kota Padang tersebut dan mendapatkan dua nama lainnya,” papar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Kumbul Kusdwijanto Sudjadi kepada sejumlah awak media, Senin, 19 Maret 2018.

Dari hasil pengembangan tersebut, tutur Kumbul, pihaknya mendapatkan dua orang lainnya Y yang ditangkap di jalan Zamrud VIII, Kelurahan Pegambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung dan M yang diringkus di jalan MH Thamrin, Kelurahan Alang Lawas, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang Sumatera Barat.

“Dari ketiga tersangka, kami mengamankan tujuh paket sabu seberat 1,95 gram dan timbangan digital,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, penjabat sementara (Pjs) Walikota Padang, Alwis menyatakan akan memberi tindakan tegas terhadap oknum ASN Pemko Padang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Bukan tanpa alasan dirinya mengatakan demikian. Pasalnya, selama tiga tahun belakangan, sebanyak 26 ASN di lingkungan Pemko Padang ditangkap karena terjerat permasalahan tersebut.

“Kita akan ikuti dulu proses hukum dan sejauh apa peran kedua orang ASN ini. Jika terbukti terlibat jauh, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemecatan secara tidak hormat,” katanya. [Red]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...