Operasi Patuh Singgalang 2018 Berakhir, 1.020 Lembar Surat Tilang Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Operasi Patuh Singgalang 2018 Berakhir, 1.020 Lembar Surat Tilang Bagi Pelanggar Lalu Lintas
Petugas memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan salah seorang pengguna sepeda motor. (Istimewa)
Bagikan:




 Bukittinggi,Redaksi Sumbar.com
   Selama pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2018, Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi mengeluarkan 1.020 lembar surat tilang pada pelanggar aturan, sebagai bentuk efek jera untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

Kasat Lantas Polres Bukittinggi AKP Sukur Hendri Saputra mengatakan, Operasi Patuh Singgalang ini dilaksanakan dari 26 April hingga hari ini 9 Mei 2018, 1.020 surat tilang yang dikeluarkan itu, diberikan pada pengendara sepeda motor, mobil penumpang pribadi, bus, mobil barang/pick up, mobil penumpang umum, dan truck.

“Sasaran prioritas pada Operasi Patuh Singgalang Tahun 2018 diantaranya pengemudi yang melawan arus lalu lintas, pengemudi yang menggunakan handphone, pengemudi dibawah umur,” ulasnya,begitu juga dengan pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm sesuai standar SNI, pengemudi yang berkendara melebihi batas, serta pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan narkoba/ mabuk,” jelasnya.

Lebih lanjut Sukur Hendri Saputra, dari hasil Operasi Patuh Singgalang 2018 ini, dari hasil tilang yang dikeluarkan menandakan para pengguna jalan di wilayah hukum Polres Bukittinggi masih cukup tinggi, karena surat tilang yang dikeluarkan melebihi target yakni 840 lembar, maka dari itu dengan penindakan tegas yang dilakukan hendaknya kedepan, pelanggaran yang dilakukan semakin berkurang.

“Operasi Patung Singgalang merupakan kegiatan untuk mengoptimalkan tugas Kepolisian, dengan implementasi masyarakat merasakan hadirnya Polisi di tengah-tengah masyarakat, dengan tema Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Masyarakat Di Bidang Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas),” terangnya.

Termasuk diantaranya, meningkatkan kualitas dan menurunkan tingkat fasilitas korban Kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

Dalam Operasi Patuh Singgalang ini sambung Sukur Hendri Saputra, Satuan Lalu Lintas juga mengantisipasi segala dampak yang akan ditimbulkan dari permasalahan transportasi dan lalu lintas, dengan penindakan sasaran pelanggaran yang dilakukan pengemudi.

Sidang di Tempat Pertama Kali Dilaksanakan

Untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar aturan berlalu lintas dalam Operasi Patuh Singgalang 2018, Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi menerapkan sistem sidang di tempat untuk yang pertama kalinya.

Dalam hal ini pihak Satlantas Polres Bukittinggi melibatkan mitra kerja yakni Dinas Perhubungan, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri, yang dipusatkan di kawasan Fly Over, Jalan By Pass Aur Kuning Bukittinggi, dengan sasaran pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.

Kaur Bin Ops Satlantas Polres Bukittinggi Ipda Saherman mengatakan, sidang ditempat ini membantu masyarakat sekaligus mempermudah masyarakat untuk membayar denda jika melanggar lalu lintas saat berkendaraan apalagi masyarakat luar kota yang terjaring razia oleh Satlantas Bukittinggi dan sidang putusan dilakukan langsung oleh hakim ditempat,” terangnya.

Menurut Saherman, surat tilang yang dikeluarjan dominan pelanggaran tidak memakai sabuk pengaman, pengendara anak dibawah umur, helm tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM), dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang tidak berlaku lagi atau mati.

“Pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2018 ini, juga mengimbau kepada masyarakat khususnya pengendara agar mematuhi aturan saat berkendara, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memakai atribut yang diwajibkan baik bagi pengguna sepeda motor maupun pengendara roda empat,” ungkapnya. (Rud)




Bagikan:
Topik: ,
Loading...