Operasi Simpatik, Polres Bukittinggi Beri Helm dan Mukena Pada Pengendara yang Tertib

Operasi Simpatik, Polres Bukittinggi Beri Helm dan Mukena Pada Pengendara yang Tertib
Bagikan:

BUKITTINGGI ,RedaksiSumbar.com – Dalam pelaksanaan Operasi Simpatik di Kota Bukittinggi, Polres Bukittinggi memberikan reward atau penghargaan kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang patuh dalam berlalu lintas, Rabu (8/3/2017) di jalan Sudirman tepatnya di Tugu Polwan Bukittinggi.

Kapolres Bukittinggi, AKBP. Arly Jembar Jumhana mengatakan, penghargaan tersebut diberikan untuk meningkatkan kepatuhan pengendara dalam berlalu lintas.

“Selama pelaksanaan operasi simpatik, kami lebih mengedepankan imbauan berupa teguran daripada penindakan,” ujarnya.

Penghargaan ini, sambung Arly, merupakan salah satu upaya kepolisian dalam memberikan imbauan ketika berkendara serta pentingnya menciptakan keamanan dan kenyamanan di jalan.

Penghargaan kali ini, pihak kepolisian memberikan helm dewasa dan anak-anak, mukena, peci, kerudung serta tak lupa bunga kepada pengendara yang memiliki kelengkapan kendaraan, seperti membawa SIM, STNK, dan kelengkapan saat berkendara.

“Kita memberikan helm, mukena dan jilbab kepada pengendara perempuan dan memberikan peci dan helm kepada pengendara laki-laki,” jelasnya.

Kota Bukittinggi, sambung Arly, merupakan kota yang kuat dengan keagamaannya, jadi kita berinisiatif memberikan reward tersebut agar bisa di manfaatkan saat beribadah.

Sementara itu, Walikota Ramlan Nurmatias yang ikut memberikan penghargaan tersebut kepada para pengendara sangat mengapresiasi tindakan yang di lakukan pihak kepolisian.

“Ini menjadi salah satu contoh yang baik, dimana para pengendara nantinya dapat paham maksud dilakukannya hal seperti ini,” katanya.

Ramlan menyebutkan tindakan ini juga membantu meningkatkan kesadaran pengendara agar lebih tertib berlalu lintas karena kesadaran saat berkendara itu ada pada pengendara itu sendiri.

“Tertib dalam berlalu lintas itu penting, agar keselamatan saat berkendara bisa terjaga,” imbuhnya.

Selanjutnya, terang Ramlan selama pelaksanaan operasi simpatik hendaknya para orang tua tidak memberikan kendaraan kepada anak mereka, apalagi anak-anak yang masih di bawah umur. Dan kepada pihak sekolah harus diperhatikan anak-anak membawa kendaraan ke sekolah.

“Jika anak tersebut sudah cukup umur, maka dianjurkan untuk segera mengurus persyaratan berkendara,” jelasnya.

Ramlan menyebutkan, pihak kepolisian juga telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada dan di harapkan dukungan dari orang tua dan guru dapat mengawasi anak-anak. [DKP] 

Bagikan:
Tags: ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan