Pacu Kuda Tradisional Tarik Ribuan Wisatawan ke Bukittinggi | Redaksi Sumbar

Pacu Kuda Tradisional Tarik Ribuan Wisatawan ke Bukittinggi

Pacu Kuda Tradisional Tarik Ribuan Wisatawan ke Bukittinggi
Bagikan:




Bukittinggi, RedaksiSumbar.com–Puncak perayaan HJK  Bukittinggi ke-232 dimeriahkan oleh permainan anak nagari pacu kuda bendi, Minggu (25/12) di Gelanggang Pacuan Kuda Bukik Ambacang. Acara ini telah menyedot ribuan pengunjung, dan menjadi destinasi wisata tahunan yang selalu di tunggu-tunggu wisatawan.

Gelanggang Pacuan Kuda Bukik Ambacang sendiri merupakan gelanggang tertua kedua di Indonesia yang dibangun tahun 1889 oleh Belanda. Lomba pacu kuda bendi ini diikuti oleh puluhan bendi dari berbagai daerah di Bukittingi dan daerah lain di Sumatera Barat. Ajang lomba yang cukup unik ini akhirnya menjadi daya tarik tersendiri bagi  wisatawan yang banyak menghabiskan waktu libur  akhir tahun di kota berhawa sejuk ini.

Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias menuturkan lomba pacu bendi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HJK Kota Bukittingi yang ke-232 yang jatuh pada 22 Desember setiap tahunnya. Sebelumnya telah banyak lomba dan kegiatan lain untuk memeriahkan HJK ini, seperti Lomba Marching Band, Tabligh Akbar, Lomba Burung Berkicau, Panggung Hiburan Rakyat,  Bukittinggi Anniversary Off Road, Bukittinggi Berhijab,  Bukittinggi Marandang, Makan Bajamba, serta ditutup acara puncak ini.

“Pacu bendi ini termasuk alek nagari yang perlu dilestarikan. Dan dengan kegiatan ini diharapkan juga peternakan kuda yang ada di Bukittinggi dapat lebih dikembangkan. Seperti yang kita ketahui, Bukittnggi  termasuk salah satu  penghasil bibit kuda terbaik di Indonesia. Ini terbukti banyaknya pembeli kuda yang datang ke daerah ini,” jelas Ramlan Nurmatias.

Ditambahkannya, Pemerintah Kota Bukittinggi bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) telah mengagendakan  ajang ini  untuk menjadi kalender wisata yang ada di Bukittinggi yang dilakukan pada akhir Maret dan Desember setiap tahunnya.

Baca Juga :  Longsor juga Rusak Sawah Warga

Salah seorang pemilik kuda bendi Nasrul, yang ikut dalam pacuan ini mengatakan bahwa  biasanya kalau kuda bendi pacuannya menang dalam lomba ini, maka harga kuda tersebut bisa menjadi naik, bahkan bisa dua kali lipat lebih. Walau yang di tarik dalam pacuan ini adalah bendi, namun kuda yang menjadi penariknya adalah tetap  kuda pacuan, sehingga bisa melaju lebih kencang. Hanya saja harus dilatih beberapa waktu sehingga kuda tersebut terbiasa dengan bendi yang di bawanya.

“Kami sangat mengharapkan ajang ini dapat meningkatkan nilai jual kuda-kuda kami, sekaligus menjadi ajang silaturrahmi sesama pecinta atau peternak kuda,” harapnya.

Selain pacu bendi tersebut, diadakan juga pacu kuda seperti biasa. Dari pantauan di lapangan terlihat pengunjung sangat antusias menyaksikan pertandingan ini. Ajang ini setidaknya bisa sedikit menghilangkan kepenatan dari rutinitas keseharian mereka sekaligus mengisi libur panjang setelah anak-anak mereka menerima rapor, libur Natal dan menyongsong Tahun Baru 2017.(Red-Hm)




Bagikan:
Tags: ,



Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

banner 750x100


close