Palembayan Siap Jadi Sentral Lele di Sumbar

Palembayan Siap Jadi Sentral Lele di Sumbar
Ilustrasi. (Istimewa)
Bagikan:




AGAM, RedaksiSumbar.com – Palembayan merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Agam yang memiliki sumber daya alam yang melimpah dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Dahulunya kawasan tersebut dikenal sebagai penghasil lele terbesar. Bahkan kuliner tradisional Palembayan, “Limbek Masiak Asam” merupakan kuliner khas yang menggunakan bahan baku lele yang tidak dimiliki daerah manapun.

Jenis lele di Palembayan merupakan lele rawa, lele yang berkembang di rawa dan sungai yang ditangkap menggunakan lukah (bambu).

Setelah pembukaan lahan perkebunan di kawasan tersebut, terjadi pengurangan habitat lele dan berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan berkumis tersebut.

Kelangkaan lele di daerah tersebut membuat pemerintah nagari akan merancang pembudidayaan dan kembali menghidupkan marwah Palembayan dan menargetkan Nagari Salareh Aia menjadi sentral pemasok lele di Sumatera Barat.

“Lele sangat diminati oleh masyarakat dan jika dipasarkan baik di Kabupatan Agam maupun daerah lain maka akan cukup laris,” ujar Walinagari Salareh Aia, Iron Maria, Kamis, 29 Maret 2018.

Sedangkan Ermanto selaku kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyebut, pemerintah juga sedang berupaya menjadikan Palembayan kembali sebagai penghasil lele, namun lele yang dikembangkan bukan lagi lele rawa tetapi lele jenis Sangkuriang.

“Lele sangkuriang merupakan jenis unggul, dan cita rasanya tidak begitu jauh berbeda dengan lele rawa, saat ini untuk Palembayan sudah dikembangkan di 20 titik,” katanya.

Harga lele Sangkuriang bervariasi, berkisar antara Rp16 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, sedangkan jika lele asap harganya bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram.

“Membudidayakan lele memiliki prospek yang menjanjikan, dan berharap peternak lele selalu menjaga kualitas produknya terutama lele asap agar selalu diminati oleh konsumennya,” harapnya. [JNS]




Bagikan:
Topik: , , , ,
Loading...