Pasca Mendaftar ke KPU, Dua Pasang Bapaslon Wako-Wawako Padang Jalani Tes Kesehatan

Pasca Mendaftar ke KPU, Dua Pasang Bapaslon Wako-Wawako Padang Jalani Tes Kesehatan
Dua calon petahana, Mahyeldi dan Emzalmi saat duduk berhadap-hadapan dalam rangkaian tes kesehatan yang dilakukan di RSUP Dr M Djamil Padang. (IST)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Usai menyerahkan berkas pendaftaran di KPU kota Padang, dua pasang bakal pasangan calon (Bapaslon) yang terdaftar menjalani tes kesehatan di RSUP Dr M Djamil Padang.

Tes kesehatan merupakan salah satu syarat kepada peserta yang akan melaju pada Pilwako Padang periode 2018-2023, dimana pemilihan akan dilaksanakan bulan Juni 2018 mendatang.

Bersama Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang, Hendri Septa yang berpasangan dengan petahana Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa mereka telah melaksanakan seluruh rangkaian tes, mulai dari kesehatan jasmani, rohani, psikologi, dan sebagainya.

“Pemeriksaannya menyeluruh, semua sudah kami laksanakan,” terang Mahyeldi, Kamis (11/1/2018).

Sementara itu, Emzalmi yang berpasangan dengan Desri Ayunda, juga mengatakan hal senada. Dirinya optimis pemeriksaan kesehatan ini sudah berjalan bagus dan sebagaimana mestinya.

“Rangakaian tes yang kami jalan yaitu gula darah, urine, Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dan lainnya.

“Semua tahapan pemeriksaan kesehatan yang ada semacam pemeriksaan umum, saya jalani dengan baik,” ujar Emzalmi didukung oleh dari tujuh partai, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PPP, PDI Perjuangan dan PBB tersebut.

Batal Ikut

Sedangkan bakal calon dari jalur perseorangan, Syamsuar Syam-Misliza, tidak datang ke lokasi pemeriksaan di RSUP M Djamil, seiring ditolaknya pendaftarannya oleh KPU Padang. Pasangan suami istri (Pasutri) ini gagal ikut dalam ajang pilkada lantaran masih kurangnya dukungan dari jalur perseorangan dan belum dikeluarkannya surat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Komisioner Divisi Teknis Candra Eka Putra KPU Padang, mengatakan Syamsuar Syam-Misliza batal maju pilkada Padang karena syarat pencalonan bersangkutan tidak lengkap.

“Pasangan Syamsuar Syam-Misliza datang mendaftar ke KPU pada waktu terakhir penutupan pendaftaran yakni tadi malam, ketika mendaftar ada syarat pencalonan yang tidak dilengkapi oleh pasangan tersebut yakni, tidak memiliki bukti penyerahan harta kekayaan LHKPN ke KPK,” Ungkap Candra.

Dengan demikian KPU tidak dapat menerima pendaftaran pasangan pasutri menjadi calon walikota dan wakil walikota Padang pilkada 2018.

Dengan batalnya pasangan pasutri maju pada pilkada 2018, hanya ada dua pasang calon Walikota dan Wakil Walikota Padang yang akan bertarung padang pilkada serentak nanti, yakni pasangan Emzalmi-Desri Ayunda yang mendaftar ke KPU pada hari kedua pendaftaran yang diusung oleh tujuh gabungan partai politik yang memiliki wakil di DPRD Padang periode 2014-2019 yakni partai Golkar lima kursi, PDI perjuangan tiga kursi, PPP empat kursi, Gerindra enam kursi, Nasdem empat kursi, Demokrat lima kursi, dan PKB satu kursi dengan jumlah total kursi sebanyak 28 kursi.

Sementara Mahyeldi-Hendri Septa diusung oleh gabungan partai politik yakni PAN enam kursi, dan PKS lima kursi dengan perolehan 11 kursi di parlemen. [IRK/EFT]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.