Pedagang Pasar Lubuk Buaya Bimbang Setelah Pembangunan Pasar Nantinya Akankah Mendapatkan Tempat Kembali ?

Pedagang Pasar Lubuk Buaya Bimbang Setelah Pembangunan Pasar Nantinya Akankah Mendapatkan Tempat Kembali ?
Foto : In, Salah Satu Pedagang Barang Mudo di Pasar Lubuk Buaya.
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com– Puluhan pedagang yang berjualan Cabe, Kentang, Bawang atau lebih dikenal dengan pedagang barang mudo, Pasar Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah menolak dengan dipindahkan pedagang tersebut oleh Dinas Perdagangan kota Padang kebelakang Pasar yang sangat sepi kunjungan para pembeli dikarenakan tempat mereka berjualan akan direlokasi.

Pemindahan pedagang tersebut dikarenakan akan dibangunnya tempat yang mereka tempati untuk berjualan kebutuhan pokok seperti Cabe, Bawang, Kentang dan sebagainya, para pedagang tersebut tidak menolak akan dibangunnya pasar yang telah lama mereka tempati tersebut, akan tetapi para pedagang tersebut khawatir dengan tidak adanya kepastian dari pihak Dinas Perdagangan, apakah setelah pasar tersebut selesai dibangun pedagang tersebut akan mendapatkan tempat mereka berjualan kembali.

Para pedagang juga mengeluhkan tempat pemindahan sementara yang ditunjuk oleh Dinas Perdagang Kota Padang
dibagian belakang pasar tersebut, mereka menganggap akan mematikan usaha dan merugikan para pedagang dikarenakan akses untuk menuju tempat pemindahan tersebut sangat jauh berada dibelakang.

In, salah satu pedagang barang mudo saat dijumpai awak media mengatakan “Kami tidak menolak dengan dibangunnya tempat kami berjualan yang telah lama kami tempati tersebut, akan tetapi Pemerintah Dinas Perdagangan tidak memberikan kami keterangan jelas apakah kami akan mendapatkan tempat kami berjualan kembali, setelah pasar tersebut dibangun, setelah kami memintak, Pihak Dinas Perdagangan berjanji kepada kami akan memberikan surat perjanjian yang memastikan kami mendapatkan lapak tempat kami berjualan kembali, sampai hari Rabu, 06 September 2018 kami belum mendapatkan surat yang dimaksud dari Dinas Perdagangan tersebut padahal hari Kamis, 07 September 2018 kami telah harus mengosongkan tempat kami berjualan”tegasnya kepada awak media, Rabu 05 September 2018.

Pedagang mengaku sebelumnya sangat terkejut dengan adanya perintah mengosongkan tempat mereka berjualan oleh pihak Dinas Perdagangan secara mendadak, tidak adanya sosialisasi sebelum pedagang tersebut disuruh mengosongkan tempat mereka berjualan.

Munir Ketua pedagang barang barang mudo mengatakan “Saya terkejut dengan adanya perintah mengosongkan tempat kami berjualan, kami hanya diberi waktu selama 2 hari untuk mengosongkan tempat tanpa adanya sosialisasi sebelumnya untuk mengosongkan lapak tempat berjualan kami, dikarenakan akan dibangunnya pasar tersebut, alasan dari pihak Dinas Perdagangan tidak adanya sosialisai tersebut karena ini merupakan program Kementrian Perikanan, kalu pedagang tidak mengosongkan tempat maka tender dari Kementrian tersebut batal terang Bapak Kepala Dinas Perdagang kepada kami”terangnya.

Puluhan pedagang tersebut berharap pihak Dinas Perdagangan memindahkan tempat mereka berjualan sementara ketempat yang layak sehingga mereka tetap bisa berjualan, dan para pedagang juga berharap setelah pasar tersebut dibangun para pedagang yang telah menempati pasar tersebut mendapatkan kembali tempat untuk mereka berjualan.

Foto : Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal

Saat dikonfrimasi kepada kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal menyatakan “Sebelumnya kita telah memberikan dua sosialisasi, seminggu sebelumnya telah kita berikan sosialisasi secara merata dan sebelum pengosongkan lahan kita berikan sosialsasi pintu ke pintu, alasan pembebasan lahantersebut mendadak, dikarenakan pihak Kementrian Perikanan dan Kelautan memberikan waktu yang sangat singkat kepada kami, kalau Pemko Padang tidak bisa mengosongkan lahan sebelum waktu yang ditentukan maka proyek tersebut batal”terang Kadis Perdagangan tersebut.

Sementara untuk pemindahan sementara pedagang tersebut ke belakang dikarenakan Pemko mengkhawatirkan akan turunnya kembali pedagang barang barang harian lainnya yang telah menempati lantai 2 pasar Lubuk Buaya tersebut.

“kalau bicara aturan mereka berada diatas, harus nya para pedagang harian tersebut Zonanya berada di lantai 2 pasar yang tengah dikerjakan pembangunan nya, karena pembangunan pasar tersebut belum rampung maka dari itu para pedagang harian yang akan kita relokasi tersebut masih berjualan ditempat yang lama, dikarenakan pengerjaan Zona pedagang harian di lantai 2 tersebut belum rampung seluruhnya, makanya masih kita biarkan untuk berjualan ditempat yang lama”tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan Endrizal memastikan seluruh pedagang yang telah berjualan sebelumnya dipasar Lubuk Buaya tersebut mendapatkan tempat mereka kembali setelah pengerjaan pasar tersebut rampung, karena para pedagang tersebut telah didata.

[Red]




Bagikan:
Loading...