Pelayanan Medis Kurang Optimal, Nyawa Pasien Melayang | Redaksi Sumbar

Pelayanan Medis Kurang Optimal, Nyawa Pasien Melayang

Pelayanan Medis Kurang Optimal, Nyawa Pasien Melayang
Wali Nagari Koto Nan Tigo, Yusrizal saat meradang di RSUD M. Zein Painan. (Rega Desfinal)
Dibaca : 753 Kali
Bagikan:

PESISIR SELATAN, RedaksiSumbar.com – Diduga kurang mendapat pelayanan secara intensif, seorang pasien atas nama Itad (50), warga Kenagarian Koto Nan Tigo, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), meninggal dunia saat perjalanan (rujukan), dari Puskesmas Batang Kapas ke RSUD M. Zein, Painan. Selasa (14/3/2017).

Wali Nagari Koto Nan Tigo, Yusrizal, diketahui saat itu membawa pasien menggunakan mobil pribadinya jenis Avanza bewarna putih, ia tidak terima dengan hal tersebut, dan langsung meradang sesampai di RSUD M. Zein Painan. Ia menilai, pihak Puskesmas telah mengabaikan keselamatan warga, hingga akhirnya nyawa pasien tak dapat tertolong.

“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Pasien ini meninggal bukan masalah takdir, tapi karena kelalaian dari pihak Puskesmas. Sungguh sangat miris pelayanan mereka, bahkan sudah kesekian kalinya dikeluhkan warga,” ungkap Wali Nagari Yusrizal, di RSUD M.Zein Painan.

Terkait kejadian tersebut, ia mengaku tidak terima, dan akan melaporkan ke pihak berwajib untuk diproses secara hukum. Menurutnya, pihak Puskesmas jelas tidak bekerja sesuai aturan dan prosedur sebagai pelayan masyarakat. Bahkan, saat kondisi pasien sedang kritis, petugas masih bersikukuh untuk meminta menyelesaikan administrasi terlebih dahulu, barulah ambulance bisa digunakan.

“Saat itu pasien termasuk kategori umum, sebab tidak memiliki BPJS-Kesehatan. Menurut pihak Puskesmas harus membayar uang Rp180 ribu untuk biaya ambulance dan oksigen. Namun, saat itu kondisi pasien sudah sangat kritis dan harus segera mendapatkan perawatan. Bahkan saya selaku Wali Nagari, sudah bersedia menjamin pasien tersebut, karena saya juga tidak membawa uang saat itu. Namun, mereka tetap saja bersikukuh agar proses administrasi diselesaikan terlebih dahulu. Akhirnya saya putuskan untuk membawa pasien dengan mobil saya, namun ditengah perjalanan nyawa pasien sudah tidak tertolong lagi,” ujarnya dengan nada geram.

Baca Juga :  Pembangunan Pembangkit Listrik PLTMH Pessel Menuai Pro-kontra, Sebagian Warga Curiga PT. DEMPO Bakal Lakukan Penambangan Emas, Padahal Tidak

Ditempat yang sama, Asrul selaku Kabid Penunjang di RSUD M. Zein Painan mengatakan, ia mengaku sangat menyesali kejadian tersebut, dan berencana akan memanggil Kepala Puskesmas guna keterangan lebih lanjut. Sebab, sesuai aturan dan prosedur mobil ambulance boleh digunakan kapan saja, jika memang dalam kondisi mendesak atau kritis.

“Jika benar kejadiannya seperti yang dilaporkan oleh Wali Nagari tadi. Itu sungguh sangat kita sesali. Sebab, mobil ambulance adalah fasilitas negara, semua masyarakat berhak menggunakannya, jika kondisinya memang mendesak. Jadi tidak ada alasan untuk bayar dulu, baru bisa digunakan,” katanya kepada awak media.
Pihak Puskesmas Bantah Lalaikan Nyawa Pasien.

Ditemui terpisah, Kepala Puskesmas Kecamatan Batang Kapas Amri, melalui petugas Penanggung Jawab IGD Afrita Linda, membantah keras tudingan tersebut. Menurutnya pihak Puskesmas sudah bekerja sesuai aturan dan prosedur. Bahkan pihaknya tidak pernah melarang siapapun untuk menggunakan mobil ambulance tersebut, apalagi saat kondisi kritis.

“Ya, kejadiannya tadi sekitar pukul 10.30 WIB. Pasien turun dari mobil Avanza warna putih, dan saat itu mengeluhkan sesak nafas. Lalu dipindahkan ke bagian IGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah dikonsultasikan dengan Dokter, akhirnya pasien dirujuk ke RSUD M. Zein Painan. Lalu petugas menanyakan apakah pasien memiliki kartu BPJS atau KIS? dan keluarga pasien menjawab tidak memiliki kartu tersebut, akhirnya petugas menjelaskan tentang prosedur rujukan pasien umum tersebut. Setelah itu, pihak keluarga meminta tidak pakai ambulance, melainkan pakai mobil pribadi untuk ke RSUD M.Zein Painan,” terangnya panjang lebar.

Ia juga membantah, bahwa Wali Nagari sebagai pihak penanggung jawab pasien, sudah meminta agar pasien dirujuk ke RSUD M. Zein menggunakan mobil ambulance Puskesmas serta dipakaikan oksigen.

Baca Juga :  Wabub Rusma Sampaikan Jawaban Pandangan Fraksi Terhadap 4 Ranperda Pessel

“Itu tidak benar. Tidak ada Wali Nagarinya bicara seperti itu kepada kami, malahan tadi kami anjurkan pakai ambulance, tapi setelah kami jelaskan prosedurnya pasien umum, pasien sudah dibawa pakai mobil pribadi. Kalau ini memang menyalahi aturan dan prosedur, kami juga siap dihadapkan dengan Wali Nagari dan pihak keluarga, dan kami juga siap jika ini diproses secara aturan hukum yang berlaku,” tutupnya. [Rega Desfinal]

Bagikan:
Tags: , ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close