Pembangunan Proyek PLTP Solok Selatan Habiskan Anggaran Rp8 triliun.

Pembangunan Proyek PLTP Solok Selatan Habiskan Anggaran Rp8 triliun.
foto - Presiden Direktur PT Supreme Energy, Supramu Santosa menyerahkan plakat kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan yang diterima Asisten III Bidang Ainistrasi Umum, Yul Amri Senin (4/4/2017) di Hotel Royal Denai Bukittinggi.
Bagikan:




SOLOK SELATAN, RedaksiSumbar.com – Pembangunan mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) PT Supreme Energi Muara Laboh (SEML) di Pekonina Solok Selatan, Sumatera Barat diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp8 triliun. Dalam jadwalnya, pengerjaan pembangunan PLTP ini dimulai pada bulan Juni 2017 mendatang.

Presiden Direktur PT Suprem Energy, Supramu Santosa mengatakan, dengan ditandatanganinya Perjanjian Pinjaman pada 26 Januari 2017 dengan konsorsium Lembaga Keuangan Pembangunan senilai US$ 440 juta atau sekitar Rp 6 triliun. Dengan demikian, pekerjaan mega proyek ini mulai dikebut.

Menurut dia, ada enam konsorsium bank liar negeri yang mendukung proyek ini, terdiri dari Japan Bank for International Cooperation, Asian Development Bank (ADB) dengan dana dari Leading Asia’s Private Sector Infrastructure Fund yang diinisiasi oleh ADB, Japan International Cooperation Agency (JICA), serta bank komersial yang terdiri dari Mizuho Bank, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation dengan jaminan dari Nippon Export and Investment Insurance.

“Untuk mengembangkan proyek ini, PT Supreme Energy telah menunjuk kontraktor Engineering Procurement Construction (EPC), sebuah konsorsium Sumitomo Corporation dan Rekayasa Industri, dengan peralatan utama yaitu turbin dan generator yang disuplai oleh Fuji Electric. Proyek ini diharapkan akan selesai pada pertengahan tahun 2019,” kata dia.

Pinjaman tersebut untuk membiayai pengembangan proyek PLTP berkapasitas 80 MW di wilayah kerja panasbumi (WKP) Muara Laboh. Ini merupakan pengembangan tahap I dari program eksplorasi dan pengembangan sebesar 220 MW yang direncanakan untuk WKP itu.

“Dengan demikian jika proyek ini selesai. Dapat mengatasi persoalan lisyrik terutama di Sumatera Barat,” yambahnya.

Sementara itu, Bupati Solsel H. Muzni Zakaria melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yul Amri mengaku Pemkab Solok Selatan akan selalu mendukung setiap kegiatan yang dilakukan PT Supreme Energy Muara Laboh dalam mengeksplorasi dan mengolah energi panas bumi yang ada di Solok Selatan.

“Harapan kita, perusahaan selalu mempertahankan hubungan baik dengan masyarakat sekitar, menjaga kearifan lokal, serta memberi peluang kerja bagi masyarakat sekitar perusahaan dan masyarakat Solok Selatan pada umumnya,” ucapnya dia.

Jika dikaji sebelumnya, sambung Yul Amri, perkembangan beberapa usaha dan investasi skala besar pada sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan di Solok Selatan belum begitu banyak memberikan dampak kesejahteraan masyarakat. [Dicky]

Bagikan:
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan