Pemerintah Solok Selatan Sukses Kembangkan Padi Organik | Redaksi Sumbar

Pemerintah Solok Selatan Sukses Kembangkan Padi Organik

Pemerintah Solok Selatan Sukses Kembangkan Padi Organik Dibaca : 284 Kali
Bagikan:

SOLOK SELATAN, RedaksiSumbar.com – Upaya Pemerintah Kapaten Solok Selatan, Sumatera Barat untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan, salah satunya lewat pembangunan usaha pengembangan “Padi Organik” untuk kelompok masyarakat.

Bupati Solok Selatan H. Muzni Zakaria dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Sekdakab. Solsel Dr. Yul Amri saat panen perdana padi organik di Kelompok Tani Mekar Bakti, Jorong Koto Baru Sungai Kalu, Nagari Pakan Raba’a Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kamis (9/2/2017) lalu, mengapresiasi perjuangan kelompok tani yang mampu meraih bantuan kegiatan tanam padi organik tahun 2016 ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Solok Selatan yang diwakili oleh Asisten III (DR. Yul Amri, M.Sc), Kepala BPTP Sukarami Sumbar (DR. Nusyirwan Hasan), Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan (Musdar), Perwira Penghubung Dandim 0309 Solok (Mayor I Nyoman Putra Yasa), Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan (Tri Handoyo).

“ Atas nama pemerintah, saya member ucapan selamat kepada Kelompok Tani Mekar Bakti yang telah menjadi duta Solok Selatan untuk pembangunan tanam padi organik, “ kata Yul Amri.

Kedepan tentu saja, program ini dapat ditularkan kepada masyarakat petani lainnya di daerah ini. Harapan pada kelompok tani ini, hendaknya mampu menjadi pelopor pembangunan tanam padi organik di daerah ini yang bermuara pada peningkatan hasil panen dan hasil penjualannya.

Banyak keuntungan yang didapat dari pola tanam padi organik ini, mulai dari hanya menggunakan pupuk kadang/kompos, hingga terbiasanya masyarakat untuk menjaga lingkungan guna menormalisasi aliran air untuk lahan pertanian. Artinya, selain lingkungan tidak tercemar oleh bahan kimia dari kebiasaan penggunaan pupuk non organik, masyarakat juga akan termotivasi untuk menjaga alur sungai sebagai sumber untuk kelancaran lahan pertanian mereka.

Baca Juga :  Solok Selatan Targetkan Tebar 2 Juta Bibit Ikan

Selain itu, keuntungan lain yang akan diperoleh petani adalah, jika setelah tiga kali panen, maka gabah padi ini akan mendapat sertifikat dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Balai Penelitian Teknologi Pertanian Provinsi.

Padi organik ini membutuhkan waktu 3 bulan 10 hari sampai waktu panen. Seperti yang dilakukan Kelompok Tani Mekar Bakti yang tanam perdana pada bulan Oktober 2016, dan panen perdana bulan Februari 2017 ini, demikian kata Yul Amri.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan Trihandoyo Gunardi kepada wartawan menjelaskan, selain keunggulan hasil panen dan lingkungan yang lebih baik, juga akan berdampak tingginya nilai jual harga beras organik di pasaran yang berkisar antara Rp 20.000,- s/d Rp 25.000,-/Kilogramnya.

Untuk itu, pihaknya sangat berterima kasih pada Pemerintah Pusat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat yang telah melaksanakan program pengembangan padi organik ini. Dimana tahun ini Solok Selatan mendapat dukungan dana untuk program ini sebesar Rp 401.200.000,- yang dipergunakan untuk penyediaan benih, pupuk, biaya sekolah lapangan, dan termasuk sarana produksi pendukung berupa traktor tangan, RMU/Huller dan kendaraan roda 3.

Ditambahkan Trihandoyo, pada tahun 2017 ini, juga akan direalisasikan bantuan kepada UPPO (Unit Pengelola Pupuk Organik) untuk memproduksi pupuk kompos atau organik. Hasil Panen padi organik pada Kelompok Tani Mekar Bakti, sesuai ubinannya mencapai 3,7 ton / hektar dengan luas lahan yang ditanam 20 hektar. (Pers Rilis Humas/Rel)

Bagikan:
Tags: ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close