Pemkab Dan DPRD Agam Diduga Tutup Mata Atas Kondisi Isfratruktur Jalan Menuju Jorong Koto Tinggi | Redaksi Sumbar

Pemkab Dan DPRD Agam Diduga Tutup Mata Atas Kondisi Isfratruktur Jalan Menuju Jorong Koto Tinggi

Pemkab Dan DPRD Agam Diduga Tutup Mata Atas Kondisi Isfratruktur Jalan Menuju Jorong Koto Tinggi Dibaca : 357 Kali
Bagikan:

AGAM, RedaksiSumbar.com – Masyarakat Jorong Koto Tinggi, Nagari Ampek Koto, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat harapkan Sila ke Lima Pancasila itu diterapkan untuk mereka. Pasalnya, sampai sekarang akses jalan menuju daerah mereka tak kunjung diperbaiki.

Menurut Kepala Jorong Kototinggi, Mulyani Dt.Batuah saat ditemui dirumahnya, Minggu (24/9/2017) mengatakan harapan kepada Pemerintahan Nagari Ampek Koto, Kecamatan Palembayan dan Bupati Agam serta kepada yang terhormat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam, khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) Palembayan agar bisa memperhatikan infrastruktur jalan didaerah itu.

“Akses jalan dari Jorong Koto Tinggi menuju Pusat Pemerintahan Nagari Ampek Koto sangatlah memprihatinkan. Jalan bebatuan, tanah serta semak belukar sambil melintasi hutan sangat memiriskan sekali bagi kami warga setempat,” ungkap Mulyani dengan nada sedih.

Memang kami akui, jarak dari pusat Pemerintahan Nagari ke Jorong Koto Tinggi melalui jalan terdekat mencapai lebih kurang 7 Kilometer. Namun, itu kami duga tidak hal yang sulit bagi pemerintah, apabila ada niat menerapkan Sila ke Lima itu yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

“Sejak merdeka sampai sekarang, harapan masyarakat akan lancarnya akses jalan hanya mimpi belaka. Malah, kami menduga ada pembiaran dari Pemerintah Kabupaten Agam,” sebutnya dengan pasrah.

Dijelas Mulyani, Jorong Koto Tinggi memiliki penduduk sebanyak 600 jiwa dengan perkiraan lebih kurang 205 KK.

“Sebenarnya, bukan saja persoalan akses jalan yang dikeluhkan. Namun, diharapkan juga adanya perbaikan kantor tempat pelayanan Masyarakat Jorong Koto Tinggi. Karena, terlihat prasarana kantor jorong sekarang ini bisa di bilang kurang layak untuk digunakan,” pinta Mulyani.

Ditambahkan Aktivis Muda Palembayan, R. Hakim (36) saat berkunjung ke Jorong Koto Tinggi mengatakan, sangat miris melihat ke adaan infrastruktur jalan menuju jorong tersebut. Karena, jalannya sulit dilalui dan penuh dengan semak serta berlumpur.

Baca Juga :  Dinas Pertanian Dharmasraya, Study Banding Ke BPTSKP Bandung, Jawa Barat

“Atas kunjungan ini, kami atas nama masyarakat juga sangat berharap kepada Bupati Agam dan instansi terkaitnya serta kepada anggota DPRD Agam agar segera melakukan tinjauan kelapangan. Guna, melihat dan mendengarkan aspirasi masyarakat yang diduga terabaikan selama ini,” pinta R. Hakim berharap.

Menurut R. Hakim, anggota DPRD Agam Dapil Palembayan ini lupa akan masyarakatnya. Buktinya, insfratruktur jalan yang rusak tetap saja diabaikan. Padahal, masa reses itu ada untuk menjemput aspirasi masyarakat walaupun kedaerah terpencil seperti Jorong Koto Tinggi ini.

“Jorong Koto Tinggi ini memiliki lokasi pertanian dan perkebunan yang bagus, seperti Pisang, Jahe, Getah (karet), Pinang, Kulit Manis dan Padi. Namun, masyarakat kesulitan untuk mengangkutnya keluar, dikarenakan akses jalan yang buruk dan sulit untuk dilalui,” jelas R. Hakim mengakhiri. [Tim]

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...
Solok Selatan dalam Berita

No Responses

Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.

close