Pemkab Dharmasraya Berkomitmen Majukan Sektor Perkebunan Masyarakat | Redaksi Sumbar

Pemkab Dharmasraya Berkomitmen Majukan Sektor Perkebunan Masyarakat

Pemkab Dharmasraya Berkomitmen Majukan Sektor Perkebunan Masyarakat Dibaca : 390 Kali
Bagikan:




DHARMASRAYA, RedaksiSumbar.com – Komitmen dan janji-anji politik Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Amrizal Dt Rajo Medan, satu persatu telah terjawab.

Saat ini, disektor perkebunan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pertanian terus melakukan yang terbaik untuk masyarakat Dharmasraya. Dimana melalui Dinas Pertanian bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPSI) dan Pemerintah Provinsi telah menentukan harga sawit ditengah-tengah masyarakat sehingga masyarakat kembali bergairah untuk berkebun.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan melalui Kadis Pertanian Dharmasraya Darisman M.M, saat dikonfirmasi membenarkan hal itu, dimana sesuai dengan arahan Bupati Dharmasraya, Dinas Pertanian diminta untuk bekerja keras dan memprioritaskan program-program untuk kepentingan masyarakat.

“Alhamdulillah harga sawit dan karet kita saat ini telah merangkak naik, sepanjang Dharmasraya berdiri baru saat ini harga sawit mencapai diatas dua ribu yakni Rp 2.100,- – 2.200,- bahkan untuk jajaran petani yang bermitra dengan KUD atau kelompok tani harga sawit mencapai Rp 2,33,4 perkilogram,” jelasnya.

Untuk harga karet, kata Darisman, harga perkilogram untuk karet kering itu sudah mencapai angka Rp 13.500,- dan harga karet basah dengan kadar air tertentu mencapai Rp 12.500,- perkilogram.

“Naiknya harga komoditi sawit dan karet ini, kita telah menekankan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Dharmasraya untuk mengikuti harga tersebut. Sehingga masyarakat benar-benar menikmati kenaikan harga dua komoditi tersebut,” jelasnya.

Ditambahkan Darisman, ditahun 2017 ini, Dinas Pertanian juga akan menggelontorkan dana untuk masyarakat disektor perkebunan sebesar Rp 3,6 miliar yang dialokasikan untuk bantuan bibit sawit gratis sebanyak 86.800 batang, bantuan bibit karet sebanyak 110.000 batang serta bantuan pupuk dan pestisida.

“Pendistribusian bantuan ini, akan kita sebar diseluruh nagari yang ada di Kabupaten Dharmasraya,” tegasnya.

Baca Juga :  Wajib Pajak Agar Manfaatkan Sisa Waktu Tex Amnesti

Darisman juga mengatakan, untuk menekan cosh produksi atau biaya produksi, Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya akan membangun dan memperbaiki jalan-jalan-jalan sehingga mempermudah transportasi produksi hasil pertanian dan perkebunan.

“Tahun ini dialokasikan dana untuk pembangunan jalan produksi mencapai Rp 8,4 miliar yang tersebar di 56 titik di seluruh wilayah Kabupaten Dharmasraya,” bebernya didampingi Kabid Perkebunan Martin Efendi S.Hut MM.

Ditambahkan Darisman, dengan naiknya harga sawit dan karet ini, justru yang menjadi kendala bagi masyarakat tidaknya ada buruh tani untuk membantu petani dalam memanen sawit dan karet.

“Dharmasraya sangat membutuhkan buruh untuk memanen sawit dan karet,” tandasnya.

Salah satu tokoh masyarakat Dharmasraya Tamrin Thalib, M.Ph saat dikonfirmasi mengatakan, naiknya harga sawit untuk Kabupaten Dharmasraya ini merupakan sebuah sejarah bagi Kabupaten Dharmasraya hingga bisa mencapai diatas 2 ribu lebih perkilogramnya.

“Biasanya harga sawit dan karet kita tidak pernah sama dengan kabupaten tetangga, saat ini harga sawit dan karet sama dengan kabupaten lainnya. ini dikarenakan pemimpin daerah berkomitmen, untuk tidak mencari keuntungan dengan perusahaan sawit dan karet yang ada sehingga harga pasar yang ada saat ini, sama dengan yang ada di Dharmasraya. Tidak seperti sebelumnya,” tegasnya.

Ditegaskan Tamrin, saat ini masyarakat Dharmasraya khususnya petani sawit dan karet sangat bergembira dan senang dengan naiknya harga sawit dan karet yang ada di Dharmasraya sama seperti daerah tetangga.

“Dulu berbeda dengan sekarang, berapa harga pasar dilapangan begitu jugalah harga yang ada di Dharmasraya. Kita sangat berterimakasih sekali dengan pemerintah yang berkomitmen untuk mensejahterakan petani,” tandasnya.

Wakil Ketua Asosiasi Wali Nagari (ASWANA) Dharmasraya Z Lubis Dt Sinaro Kuning mengatakan, dimana Dharmasraya saat ini diibaratkan “purnama yang ditaburi berjuta bintang dan diguyur hujan emas” seiring dengan naiknya harga komoditas unggulan masyarakat Dharmasraya serta adanya perhatian penuh dari pemerintah daerah terhadap sektor perkebunan.

Baca Juga :  Nani Rahayu, Wanita Tangguh di Korps Damkar Dharmasraya

“Kita berharap komitmen dari pemerintah ini terus ditingkatkan, sehingga masyarakat benar-benar sejahtera. Kalau dulu di tetangga harga karet dan sawit mahal, kita tidak. Tapi Alhamdulillah saat ini, kabupaten tetangga mahal, kita lebih mahal lagi. Ini sangat kita syukuri sekali,” tegasnya. [Irwan/Rizal]

Bagikan:
Tags: ,



No Responses


close