Pemko Bukittinggi Anggarkan Rp18 Miliar Untuk Sekolah

Pemko Bukittinggi Anggarkan Rp18 Miliar Untuk Sekolah
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi. (Istimewa)
Bagikan:

BUKITTINGGI, RedaksiSumbar.com –  Pada tahun anggaran 2018 ini, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), menganggarkan dana sebesar Rp18 miliar, untuk membenahi sarana dan prasarana sejumlah sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Almisri, Senin (29/1/2018), mengatakan, dana sebesar Rp18 miliar itu dikelompokkan pada 28 kegiatan fisik pembenahan sekolah-sekolah.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan sejumlah sekolah pada tahun 2017 lalu, dan dana nya telah siap untuk digunakan, dibagi sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah,” terangnya.

Menurut Almisri, pembenahan yang paling besar dengan dana Rp6 miliar, akan dilaksanakan di SMP Negeri 5, yang dimanfaatkan untuk pembangunan 14 ruang belajar, mengingat sekolah ini sejak didirikan tahun 1976 lalu, minim dilakukan penambahan ruangan untuk kelancaran proses belajar mengajar.

“Berikutnya dana yang besar sebanyak Rp2 miliar, akan dimaksimalkan untuk pembangunan gedung SD Negeri 10 Aur Tajungkang Tengah Sawah (ATTS), kemudian dibagi lagi untuk pengedaman tebing di belakang SD Negeri 07 ATTS, dan SD 06 Pulai Anak Aia. Berikut pembenahan SD Negeri 09 Manggih Gantiang, SD Negeri 02 Aur Kuning, dan SD Negeri 17 Pakan Kurai,” jelasnya.

Almisri menambahkan, pembenahan fisik ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Disdikbud, dengan target selain menambah sarana dan prasarana pendukung, juga menciptakan suasana lingkungan sekolah yang lebih nyaman, terutama bagi peserta didik.

“Sementara untuk kegiatan dalam skala kecil, difokuskan pada penyediaan sarana kebersihan seperti WC, penyediaan air bersih, membenahi halaman sekolah, dengan memasang paving blok dan atas kanopi, semua ini adalah wujud untuk memaksimalkan anggaran yang ada, demi kualitas dan mutu suatu sekolah,” ujarnya.

Almisri berharap, pembenahan fisik sekolah-sekolah itu, juga dapat meningkatkan mutu sekolah di tengah keberagaman, terutama dengan adanya pilihan dari orang tua dan calon murid, yang terkadang membedakan antara kualitas sekolah favorit dengan sekolah biasa, maka dari itu Disdikbud melakukan pembenahan sekolah secara merata, dibarengi dengan peningkatan kualitas sekolah.

“Setiap sekolah di Kota Bukittinggi hampir sama kualitas dan staf pengajarnya, tinggal bana mana kemampuan peserta didik untuk menyesuaiakan diri, sehingga pelajaran yang mereka dapat di sekolah bermanfaat bagi masa depannya, atau dengan artian cara belajar siswa lah yang menentukan kualitas, bukan dari sekolah favorit yang mereka tuju,” tukasnya. [RUD]




Bagikan:
Topik: ,
Loading...