Pemko Bukittinggi Dirugikan Miliaran Oleh Pedagang

Pemko Bukittinggi Dirugikan Miliaran Oleh Pedagang
Kadis Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Bukittinggi, M Idris. (Rudi Arnel)
Bagikan:




BUKITTINGGI, RedaksiSumbar.com – Sejumlah pedagang di Pasar Terminal Simpang Aur Bukittinggi menunggak sewa lapangan bulanan dan toko. Tidak tanggung-tanggung, jumlah tunggakan dari tahun 2004 hingga 2017 mencapai angka Rp1,5 milyar.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi M Idris saat ditemui awak media di ruang kerjanya membenarkan penunggakan terjadi berasal dari sewa lapangan bulanan sebesar Rp18 ribu per bulan dan sewa toko bervariasi dari Rp1,5 juta-Rp2 juta per tahun yang tidak dibayarkan.

“Padahal jumlah ini tergolong kecil, namun kesadaran untuk membayarnya sangat minim. Sehingga terjadi penumpukan tunggakan hingga mencapai nilai yang fantastis. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami menerbitkan surat edaran sejak minggu kedua bulan Maret 2018 lalu. Surat berisikan tentang pendataan ulang tempat berdagang, dengan syarat lunas sewa yang menyertakan bukti kepemilikan,” ujarnya.

Selama ini sebut Idris, banyak yang tidak memperbaharui izin satu kali dalam lima tahun, sehingga upaya pihaknya untuk menekan hal tersebut adalah dengan membuat surat edaran dan akan melakukan pendataan ulang terkait izin berjualan di Pasar Aur.

“Dengan diterbitkannya surat edaran itu, sudah banyak pedagang yang berbondong-bondong menyelesaikan tunggakannya. Terbukti, selama 10 hari pasca surat edaran diterbitkan, terpungut tunggakan sebesar Rp600 juta. Ini yang kita upayakan, bagaimana pedagang mendapatkan haknya namun harus membayar kewajibannya. Jika tidak melapor dan memperbarui izin dalam sampai batas waktu yang telah ditentukan, kita cabut izinnya,” ucapnya.

Bagi penyewa toko untuk melapor dan memperbarui izin yang dimaksud, dapat membawa persyaratan salinan surat izin toko atau kios dan lapangan bulanan, salinan KTP pemegang hak sewa dan bukti pelunasan sewa toko atau kios. [Rud]




Bagikan:
Topik: , , , , ,
Loading...