Pemuda Berperan Penting Cegah Hoaks

Pemuda Berperan Penting Cegah Hoaks
Hj Emma Yohanna memberikan pemahaman tentang lawan hoaks dan ujaran kebencian dalam kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI kepada sejumlah mahasiswa di Kota Pariaman, Sumatera Barat. (Dok: PID)
Bagikan:

PARIAMAN, RedaksiSumbar.com – Anggota MPR RI, Hj Emma Yohanna memberikan materi empat pilar kebangsaan kepada ratusan tokoh pemuda se Kota Pariaman.

Emma menekankan agar pemuda tidak terjerumus menjadi “hoakers” yang ikut menyebarkan informasi bohong (hoaks) dan ujaran kebencian.

Emma yang merupakan anggota DPD RI periode 2014-2019 ini, menilai, penyebaran informasi bohong dan ujaran kebencian saat ini marak di media sosial dan menjadi ancaman bagi integrasi bangsa Indonesia yang beragam.

“Praktik yang seperti ini justru mengancam integrasi bangsa yang saat ini telah terjadi. Semua saat ini tertata dengan baik. Beragam, namun aman. Jangan sampai akibat ketika jari-jari postingan kita dimedia sosial justru terjadi disintgerasi bangsa,” tuturnya pada Sabtu, 10 Maret 2017 lalu.

Ia berharap pemuda ikut berperan dalam memerangi penyebaran informasi bohong dan hoaks ini. Banyak cara bisa dilakukan. Mulai dari melakukan klarifikasi kebenaran informasi, hingga membantu meluruskan berita bohong yang tersebar.

Diakui Emma, sebagai anggota MPR RI, ia kerap menyampaikan pesan melawan hoaks dan ujaran kebencian pada resminya ataupun kegiatan sehari-hari berkumpul dengan tokoh masyarakat.

“Saya rasa bisa dengan cara sederhana. Kita jangan menyebarkan informasi yang belum terkonformasi kebenarannya. Jika ada informasi yang kita terima, lakukan klarifikasi dulu, Tabayun dalam konsep Islam,” sebutnya.

Menurut dia, penguatan empat pilar kebangsaan dapat menimalisir ancaman kerawanan disintegrasi bangsa. Penekanan semangat kebhinekaan, bisa menanamkan semangat mencintai keberagaman yang ada di Indonesia.

Sementara itu, agar lebih mudah dipaham dan diserap masyarakat, ia menilai penyampaikan materi empat pilar kebangsaan harus disesuaikan dengan metode kekinian.

Sosialisasi tentang empat pilar, tidak harus dengan metode ceramah. Namun disampaikan dengan cara yang disesuaikan dengan komunitas atau segmentasi yang menjadi sasaran sosialisasi tersebut.

“Pola penyampaian ceramah pada segmentasi kelompok masyarakat tertentu, tidak begitu efektif. Banyak metode sebetulnya yang dapat kita gunakan mensosialisasikan materi empat pilar ini. Ada ToT, ada diskusi, bahkan ada dalam waktu dekat kami mensosialisasikannya dalam bentuk kegiatan outbont,” imbuhnya.

Salah seorang peserta sosialisasi empat pilar kebangsaan, Abdul Syahril menyatakan siap ikut melawan hoaks dan ujaran kebencian diwilayah Kota Pariaman.

Ia mengaku, sebagai pengguna media sosial aktif, konten dalam postingan yang ia dapati dari pengguna media sosial diwilayah Kota Pariaman mulai menjurus pada penyebaran berita bohong dan hoaks.

“Kadang saya upayakan untuk klarifikasi informasi yang tidak benar. Sejauh ini penyebarannya masih berbau dengan politik pilkada, belum ada unsur Suku, Adat, Ras, dan Agama,” ujarnya. [Red]




Bagikan:
Topik: , , , ,
Loading...