Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus Gaek Penerima Ganja Asal Aceh | Redaksi Sumbar
banner 750x100

Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus Gaek Penerima Ganja Asal Aceh

Pengembangan Kasus, Polisi Ringkus Gaek Penerima Ganja Asal Aceh
Bagikan:

Padang, RedaksiSumbar.com–Berkat kerjasama Polri dan TNI, narkoba jenis ganja sebanyak 13 Kilogram asal Aceh yang masuk ke Kota Padang berhasil diamankan. Dari pengungkapan peredaran barang haram tersebut, tiga tersangka berhasil diringkus.

Pengungkapan peredaran ganja 13 Kilogram itu berawal, dari informasi penyelidikan anggota intel Korem 032/Wirabraja bahwasannya akan ada peredaran narkoba yang masuk ke Kota Padang melalui jalur darat.

Selanjutnya, dengan berkoordinasi bersama jajaran Polsek Koto Tangah, tim gabungan melakukan pengintaian di kawasan By pass KM 16, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (11/12) sekitar pukul 15.00 WIB.

Petugas yang telah mengetahui bus Kurnia dengan nomor polisi BL 7318 BB berangkat dari Kota Medan dicurigai membawa ganja tersebut akan melintasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung diberhentikan oleh tim gabungan. Kemudian, petugas langsung melakukan penggeledah di seluruh penumpang serta barang bawaan.

Alhasil, dari penggeledahan itu petugas menemukan satu ransel loreng yang berisikan lima kilogram ganja. Tidak hanya itu, di dalam bagasi bus petugas kembali menemukan satu koper yang juga berisikan ganja sebanyak delapan kilogram.

Disinyalir, ternyata tas dan koper tersebut merupakan milik dua penumpang bernama Darul Fuadi (26) dan Syaiful Bahri (23) warga Kabupaten Biren, Provinsi Aceh. Kedua tersangka kini telah ditetapkan menjadi tersangka dalam pengungkapkan kasus tersebut.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Chairul Aziz menjelaskan, dari hasil pengembangan kembali tim gabungan  mendapatkan satu identitas tersangka lain yang merupakan warga Kota Padang. Tersangka berinisial M alias gaek (59) ditangkap dihari yang sama di kawasan Andalas, Kecamatan Padang Timur.

“Rencananya, ganja 13 Kilogram inilah yang akan diterima M dari kedua tersangka dari Aceh yang berhasil kita gagalkan. Selanjutnya M yang akan mengedarkan ganja tersebut di Kota Padang,” terang Kapolresta dalam jumpa pers kemarin.

Baca Juga :  Wow, Bendera China Berkibar Di Pulau ini

Ditambahkannya, selain ganja petugas juga mengamankan uang berjumlah Rp. 3 juta berikut satu kunci sepeda motor. “Dari pengakuan dua tersangka asal Aceh mereka merupakan kurir. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan akan terus melakukan pengembangan terkait jaringan para tersangka,” ungkap Chairul Aziz.

Berkenalan di LP

Lebih lanjut Chairul Aziz menjelaskan, tersangka ternyata merupakan resedivis dengan kasus yang sama. Sebelumnya, para tersangka juga pernah terlibat peredaran ganja dengan total barang bukti 14 Kilogram.

“Dua tersangka asal Aceh dan tersangka berinisial M ini beberapa tahun lalu juga telah mendekam di Lembaga Permasyarakatan (LP) Muaro Padang. Di sanalah mereka saling kenal dan berlanjut hingga sekarang hingga melakukan transaksi,” tuturnya.

Chairul Aziz menuturkan, ganja milik tersangka asal Aceh yang berhasil diamankan diduga lebih dari total 13 Kilogram. Hal tersebut berkemungkinan, beberapa barang bukti telah diturunkan tersangka di Kabupaten dan Kota di Sumbar yang menjadi perlintasan jalur darat tersangka.

“Kemungkinan barang bukti tersangka ini banyak dan telah diterima oleh pengedar lain di Pasaman dan Bukittinggi,” ucapnya.

img_20161212_103456

Modus Baru

Terkait dengan tangkapan dua tersangka peredaran ganja 13 Kilogram tersebut, tersangka asal Aceh diamankan tim gabungan pada saat itu memakai baju kaos TNI dan mengunakan satu ransel loreng yang merupakan salah satu alat tempat tersangka menyimpan barang bukti. Ternyata, pemakaian atribut TNI tersebut merupakan modus para tersangka.

“Memakai baju kaos TNI ini modus tersangka, namun tersangka bukanlah seorang oknum TNI. Maka dari itu kita (Polri) bersama anggota Intel Korem 032/Wirabraja berkoordinasi dalam penangkapan itu,” Kata Kapolresta Padang.

Diungkapkannya, setelah diketahui tersangka bukan oknum TNI, maka ¬†kasus tersebut ditanggani oleh jajaran Polri untuk penindaklanjutan berikutnya. “Untuk para tersangka akan dikenakan undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan pasal 111, 112 dan 114 ancaman hukuman seumur hidup atau bahkan bisa hukuman mati,” tegas Chairul Aziz. (Red/hm)

Bagikan:
Tags:

Berlangganan

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan