Pengesahan Anggaran Tak Temukan Kesepakatan, Solok Selatan Tetapkan Perbup

Pengesahan Anggaran Tak Temukan Kesepakatan, Solok Selatan Tetapkan Perbup
Bagikan:




SOLOK SELATAN,RedaksiSumbar.com— Tak temukan kesepakatan antara legislatis dan eksekutif dalam pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Solok Selatan, Sumatera Barat tahun 2017. Pihak eksekutif segera tetapkan Peraturan Bupati (Perbup) APBD tahun 2017.

” Pembahasan yang digelar di Hotel Rocky, Padang sejak Rabu (25/1/2017) hingga Senin (30/1/2017) tak membuahkan hasil pada penetapan APBD Solok Selatan tahun 2017,” kata Sekretaris Daerah Solok Selatan, Yulian Efi kepada wartawan Senin (30/1/2017)

Dikatakan, sebagai antisipasi jika tidak mendapatkan kesepakatan dengan Legislatif dalam pengesahan APBD 2017 pihaknya akan mempersiapkan Perbup.

” Menurut DPRD, ada beberapa hal yang belum terpenuhi oleh pihak legislatif. Namun, kita tidak harus lagi menunda penetapan APBD ini. Hal ini akan berdampak terhadap pembangunan Solok Selatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda dan Litbang Solok Selatan, Syamsu Rizaldi mengatatakan, rapat Banggar DPRD dengan tim TAPD belum menemui kesepakatan.

“Saat ini kita masih menunggu apakah dilakukan Bamus ulang atau bagaimananya. Pembahasan cukup alot hingga tengah malam namun belum ada kesepakatan sesuai target penetapan pada 30 Januari 2016,” terangnya.

Sementara lanjutnya, APBD Solok Selatan ini wajib selesai pada akhir bulan Januari ini. Karena, Pemda Solok Selatan telah mendapat teguran dari Pemprov Sumatera Barat.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Solok Seltan, Ali Sabri Abbas menyebutkan pihak legislatif telah berupaya untuk menjaga agar visi dan misi kepala daerah terakomodir.

“Sementara, sesuai Musrembang dirasakan sangat minim bahkan ada nagari yang tidak dapat pembangunan. Kemudian, terkait pokok pikiran (pokir) DPRD seharusnya tidak perlu kaku,”tandasnya.

Ia mengatakan, jika pokir tidak ada, apa gunanya melakukan reses sebab momentum yang dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Kemudian, ada sedikit skala prioritas yang belum masuk kendati secara umum sudah bagus. Seperti contoh skala prioritas yang belum masuk, drainase simpang tiga Padang Aro dan Ruang Terbuka Hijau Padang Aro,”ucapnya.

Ia membandingkan pembangunan ruang terbuka Padang Aro yang masih terbengkalai dan tidak kunjung dituntaskan.

“Padahal ikon ibukota kabupaten. Kemudian terkait jadwal (schedule) yang mepet sehingga kedepan bisa dimaksimalkan,”tutupnya. (Dicky)

Bagikan:
Tags: , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan