Pengurus Cabang KONI Pessel Layangkan Surat Mosi Tak Percaya

Pengurus Cabang KONI Pessel Layangkan Surat Mosi Tak Percaya
Poto bubuhan tandatangan. [IST]
Bagikan:




PESISIR SELATAN, RedaksiSumbar.com – Diduga tidak bisa menempatkan personil pengurus Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) sesuai bidangnya dan tidak tidak mengikutsertakan Cabor dalam setiap kegiatan, membuat sebagian penggurus KONI Cabang Kabupaten Pesisir Selatan tak percaya atas kepengurusa Zul Akhiar.SE.

Atas ketidak percayaan itu, beberapa pengurus KONI Cabang Pessel melayangkan surat tak percaya terhadap kepimpinan KONI periode 2018-2020 dibawah komando Zul Akhiar.SE.

Beberapa ketua penggurus KONI pessel bersepakat dengan membubui tanda tangan, stempel dan diatas materai menyatakan surat mosi tidak percaya atas kepemimpinan Ketua KONI periode 2018-2020. Dengan mendatangi Kantor KONI Provinsi Sumbar, kemarin Senin (30/12018).

Berkaca prestasi Porprov tahun dulu di kota Padang, Prestasi KONI Kabupaten Pesisir Selatan mendapat peringkat 5. Prestasi ini yang harus ditingkatkan dan diperhatikan guna kenaikan prestasi olahraga di Kabupaten Pesisir Selatan.

Ketua Cabor POPSI Indra Lesmana ketika ditemui membenarkan surat mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan KONI periode 2018-2020 Zul Akhiar.SE itu. Hal itu dilakukan diangapnya bahwa Ketua KONI sekarang tidak pernah melakukan koordinasi bersama penggurus Cabor yang ada, KONI ikut dalam intervensi kegiatan di KONI Provinsi Sumbar.

Bahkan, penggurus Cabor belum pernah diundang rapat dalam pelaksaan Pra Porprov dilaksanakan bulan Maret.

“Kita sesalkan apa yang dilakukan Ketua KONI yang sekarang ini” terang nya, selasa (31/1/2018) di Ppainan.

Indra menuturkan, selain itu kepenggurusan KONI baru saat ini ada beberapa penggurus yang tidak sesuai dengan top porsihnya, banyak anggota penggurus KONI diisi para pelajar, tidak adanya orang yang memahami olahraga dan selama dilantik KONI baru sekretaris umum tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan adiministrasi dan keuangan.

Dan padahal dalam AD/ART KONI sekretaris umum adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kata nya.

“Kita bersama kawan penggurus cabor KONI Pessel, telah datang ke kantor KONI Provinsi Sumbar, dan diterima oleh Ketua Umum KONI Provinsi Sumbar,” tegas Indra.

Lebih jauh diirnya juga menjelaskan bahwa pada tanggal 30 Desember 2017 yang lalu, sisa anggaran 200 juta dicairkan pada tahun 2018. Tentu saja hal ini menghambat WTP, jelas hal itu menunjukan penggurus KONI baru belum cukup paham dengan laporan keuangan. “Aturan Kemendagri penggurus KONI tidak diperbolehkan rangkap jabatan, masih ada yang PNS,” lebih dijelaskannya.

Ada lima point penting yang kita layangkan surat mosi tidak percaya ke KONI Provinsi Sumbar. “Dirinya mengajak kepada penggurus Cabor tetap komit, demi kebaikan dan kemajuan prestasi olahraga di Kabupaten Pessel,” tegasnya juga.

Sementara itu Ketua KONI Periode 2018-2020 Kabupaten Pessel Zul Akhiar ketika dihubungi wartawan mengatakan, apa yang dilakukan mosi tidak percaya kepada KONI yang sekarang oleh beberapa penggurus Ketua Cabor itu harus mempunyai dasar hukum yang jelas, apa yang tidak dipercayainya kepada pihaknya.

“Kita, tetap jalankan program KONI yang telah tersusun,” ucap Zul.

Ia menuturkan, sebagai ketua dirinya juga mempunyai hak preogratif dalam menentukan gerbangnya, atau kepengurusan KONI sekarang. “Yang jelas mosi tidak percaya harus mempunyai dasar yang jelas, apa masalah tidak percaya itu,” akhirnya. [RFL]




Bagikan:
Topik: ,
Loading...