Penunjukan Distributor Pupuk di Pasbar Dinilai Bermasalah

Penunjukan Distributor Pupuk di Pasbar Dinilai Bermasalah
Bagikan:




PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman Barat dibuat geram dengan tindakan PT Pupuk Iskandar Muda saat melakukan rapat dengar pendapat terkait penunjukan distributor dari PT PIM.

Pasalnya, PT PIM dituding telah mengangkangi Surat Keputusan (SK) Bupati Pasaman Barat dengan tidak menjalankan rekomendasi yang telah diberikan.

“Perusahaan tersebut dinilai tak kooperatif saat bertemu dan menggelar rapat dengar pendapat dengan memberikan keterangan bertele-tele. Kami segera membentuk pansus terkait permasalahan ini,” kata Ketua Komisi I DPRD Pasaman Barat, Anwir Datuak Bandaro, Senin, 19 Februari 2018.

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 15 tahun 2013 penunjukan distributor pupuk harus berdasarkan rekomendasi kepala daerah atau melalui dinas terkait.

Sementara PT PIM menunjuk distributor secara sepihak dan mengabaikan surat rekomendasi Bupati Pasaman Barat dengan alasan hasil verifikasi dari konsultan.

“Hasil dari konsultan tidak pernah dilihatkan. Ketika diminta PT PIM selalu mengelak dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Pihaknya curiga ada indikasi permainan dalam penunjukan distributor ini.

Pihaknya juga telah meminta hasil evaluasi terhadap pengawasan dari KP3 Pasaman Barat hasilnya laporan itu memang ada pelanggaran dari distributor yang ditunjuk.

“Pelanggaran itu tidak bisa dibiarkan, kalau perlu produsennya dan distributornya ditukar dengan yang lain,” ujarnya.

Sementara perwakilan PT PIM Sumbar, Aswin bersikukuh bahwa distributor yang ditetapkan sesuai aturan. Belum ada pembatalan resmi dan kesalahan yang fatal.

“Semuanya sesuai aturan dan hasil verifikasi konsultan. Keputusan berada di manajemen PT PIM Aceh, kami hanya menjalankan dan mengawasinya,” katanya.

Ia juga tidak berani menegaskan bahwa rekomendasi Bupati ditolak dan dilecehkan. Namun akan berkonsultasi dengan pimpinan di Aceh.

Menanggapi pernyataan perwakilan PT PIM itu, anggota Komisi II DPRD Pasbar, Misnardi dan Erianto menegaskan dalam rekomendasi itu jelas dibunyikan bahwa dengan keluarnya rekomendasi itu maka distributor yang lama dinyatakan tidak berlaku lagi atau batal dengan sendirinya.

“Jangan bertele-tele dengan alasan yang dibuat-buat. Ini jelas tidak sesuai aturan dan sudah melecehkan SK Bupati,” tegas Misnardi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Pasaman Barat, Memizesmita juga sangat kecewa dengan sikap PT PIM yang tidak mengindahkan surat rekomendasi Bupati.

“Kami akan melayangkan surat ke Menteri Perdagangan terkait persoalan penunjukan distributor ini,” tegasnya.

Sebelumnya Bupati Pasaman Barat merekomendasikan empat distributor untuk 2017 dan 2018.

Namun, kenyataannya PT PIM malah menunjuk distributor yang lama tanpa menghiraukan rekomendasi terbaru.

Diketahui distributor baru sesuai rekomendasi Bupati adalah CV Liqa dan Raffa, CV Triatama Gemilang, CV Wahana Utama, CV Singgalang Jaya Grup.

Tetapi PT PIM menunjuk tiga distributor di luar rekomendasi yakni, CV Doris Bifatama, CV Bunga Tani dan CV Bersama Jaya.

Sementara dua distributor lagi CV Singgalang Jaya Grup dan CV Liga dan Raffa masuk rekomendasi dan dilolaskan. [Red]




Bagikan:
Topik: , , , ,
Loading...