Penyakit Masyarakat Bisa Dikategorikan Sebagai Kejahatan

Penyakit Masyarakat Bisa Dikategorikan Sebagai Kejahatan
Ilustrasi (Net)
Bagikan:

TANAH DATAR – Penyakit masyarakat atau yang biasa disingkat Pekat sejatinya sudah bisa dikategorikan sebagai kejahatan, karena melanggar hukum dan norma-norma sosial, sehingga tidak heran ditentang oleh masyarakat luas.

Hal tersebut dikatakan oleh Jaksa Pratama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanah Datar, Micky Putra dalam kegiatan Penyuluhan Bahaya Pekat kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tanah Datar, Rabu (25/10/2017) lalu.

Dikatakannya, kejahatan merupakan tingkah laku yang bertentangan dengan moral kemanusiaan (immoril, red), merugikan masyarakat, melanggar hukum serta undang-undang pidana.

“Akan ada sanksi bagi pelaku yang melanggar aturan positif yang ada. Oleh karenanya sebelum terjadi, kegiatan ini bisa menjadi sebuah usaha yang efektif untuk pencegahan, hingga masyarakat menyadari betapa beratnya jika mereka harus berurusan dengan aparat penegak hukum nantinya, karena mengabaikannya,” jelas Micky.

Lanjutnya, tindak kejahatan bisa dilakukan oleh siapa pun tanpa mengenal usia dan jenis kelamin, selama masih ada kesempatan dan peluang.

“Tindak kejahatan pada umumnya terjadi pada masyarakat yang mengalami perubahan kebudayaan yang cepat dan tidak dapat diikuti oleh semua kalangan masyarakat, sehingga tidak terjadi penyesuaian yang sempurna. Oleh karena itu harus segera kita antisipasi bersama berkembangnya penyakit masyarakat seperti penyuluhan-penyuluhan yang kita lakukan saat ini,” terang Micky.

Kegiatan yang diusung oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) tersbeut melibatkan empat instansi dan lembaga, diantaranya Polres Tanah Datar, Kejaksaan Negeri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Dinas Kesehatan Tanah Datar. masyarakat, niniak mamak, alim ulama, Bundo Kanduang, unsur lembaga Nagari dan organisasi kepemudaan terlihat antusias saat penjelasan dan diskusi tersebut.

Bahaya minuman keras (miras), penyalahgunaan narkotika, perkelahian antar pelajar, hubungan intim di luar nikah, dan perjudian menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan tersebut.

Dilain pihak, Kapolsek Salimpaung, AKP Jhon Hendri mengatakan bahwa peran niniak mamak, alim ulama, bundo kanduang, dan pemuda sangatlah besar di sebuah nagari, dalam rangka mencegah maraknya perilaku yang termasuk kategori Penyakit masyarakat ini.

“Polisi tidak bisa bekerja sendirian dalam memberangus penyakit masyarakat, perlu dukungan semua pihak dalam upaya menciptakan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas),” katanya.

Kasat Binmas Polres Tanah Datar, AKP Parman yang bertindak sebagai pemateri dalam pemaparannya menerangkan bahwa Pekat dalam bahasa yang diperhalus adalah penyakit yang ada dalam diri masyarakat.

“Diantaranya minuman keras, judi, narkoba, transaksi seksual dan kenakalan remaja. Kelima hal tersebut adalah penyakit yang ada dalam masyarakat sejak dahulunya,” terang Parman.

Tentang kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual, sebut dirinya, saat ini Polres Tanah Datar tengah menangani tiga kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan empat kasus pelecehan seksual. “Persoalan KDRT, di era teknologi ini, tidak lagi dilakukan oleh laki-laki saja, bahkan saat sekarang Polres sedang menangani kasus yang KDRT yang dilakukan oleh istri,” ungkapnya. [REY]

Bagikan:
Tags: , , ,
Loading...

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan