Peredaran Miras Harus Diawasi Secara Ketat

Peredaran Miras Harus Diawasi Secara Ketat
Petugas kepolisian dari Polresta Padang mengamankan beberapa miras dari salah satu warung di Kota Padang. (Istimewa)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Maraknya peredaran minuman keras (miras) dan tidak memiliki izin edar membuat aparat penegak hukum semakin rutin melakukan razia dan pengawasan ke sejumlah tempat yang menjual barang tersebut secara bebas dan masif serta tak memiliki izin.

Hal tersebut juga sesuai dengan perintah dari Wakapolri Komjen Syafruddin untuk memberantas peredaran miras yang dijual secara bebas dan bersifat oplosan. Ia mendesak pelaku agar diberi hukuman maksimal dan tidak ditolerir sedikitpun.

Dinukil dari laman okezone.com, orang nomor dua di tubuh Polri tersebut juga meminta jajarannya proaktif untuk berkoordinasi dengan pihak kejaksaan dan pengadilan terkait penanganan kasus miras oplosan. Menurut dia, kasus miras oplosan merupakan kasus klasik yang kemudian kembali mengemuka dengan modus baru.

“Ini kejahatan lama tapi metode baru. Kejahatan ini sudah lama berada di maayarakat,” katanya.

Tak ketinggalan juga di Kota Padang, setidaknya sepanjang April 2018, Polresta Padang setidaknya sudah menyita 615 botol miras dari berbagai jenis. Meskipun belum ditemukan jenis oplosan, namun Wakapolresta Padang AKBP Kobul Syahrin Ritonga menyatakan bahwa penyitaan juga dilakukan lantaran tak memiliki pita cukai.

“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait terkait peredaran miras yang tak hanya merugikan masyarakar, melainkan juga negara ini,” tutur Kobul saat pemaparan hasil penyitaan miras, Selasa, 24 Maret 2018 kemarin.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Barat Dhanni Hariyona menyebut bahwa miras dengan kadar alkohol di atas lima persen seharusnya tidak diperjual-belikan secara bebas.

“Minuman dengan kadar alkohol di atas kadar tersebut tidak dibenarkan dijual secara bebas dan hanya berlaku di tempat tertentu, jauh dari pemukiman warga, tempat ibadah dan sekolah. Demi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), saya fikir kita pelaku usaha dunia hiburan malam dan kafe yang menyediakan miras untuk mematuhi aturan yang berlaku di Kota Padang,” ujar Dhanni. [KRS]




Bagikan:
Topik: , , , ,
Loading...