Peringatan Hari Kartini Meriah Dengan Berbagai Lomba | Redaksi Sumbar

Peringatan Hari Kartini Meriah Dengan Berbagai Lomba

Peringatan Hari Kartini Meriah Dengan Berbagai Lomba
Ketua GOW, Ny. Ayu Abdul Rahman saat memotong tumpeng pada perayaan hari Kartini
Dibaca : 179 Kali
Bagikan:

SOLOK SELATAN, RedaksiSumbar.com – Sebanyak 21 Jorong dari 4 nagari di Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat hadiri peringatan hari Kartini. Kegiatan disemarakan para ibu-ibu berbusana layaknya Raden Ajeng Kartini. Selain itu, juga dilakukan pemotongan tumpeng, sebagai bentuk menghormati wanita pertama yang telah mengangkat harkat dan martabat wanita.

Ketua GOW Solok Selatan, Ny.Ayu Abdul Rahman, menjelaskan, pemotongan tumpeng ini dalam bentuk memperingati hari RA. Kartini ke 138. Sebab dia wanita pertama yang sudah melakukan penyetaraan gender dan menyediakan lembaga pendidikan bagi kaum wanita.

Sehingga wanita memiliki pendidikan yang layak dan punya perananan penting dalam kehidupan. Terutama dalam memperjuangkan keluarga menjadi lebih baik.

Dia mencontohkan nabi Adam keluar dari surga karena pengaruh perempuan. Serta keberhasilan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam peneyebaran islam, tak lepas dari perenanan perempuan yang dicintainya yakni Khadijah.

Tapi lain kenyataan dialami nabi Nuh dan nabi Hud, mereka tidak didukung oleh istrinya di dalam penyebaran agama.

“Bila perempuan berperan, bisa membangkitkan kondrat dan wanita dapat pula menjatuhkan jati diri negara dan laki-laki. Jadi tak salah, RA.Kartini bahwa perempuan itu adalah tiang dari negara, termasuk di rumah tangga,” katanya

Dilihat sejarah, RA. Kartini wanita pertama yang membuka pendidikan bagi kaum wanita, dia salah satu emansipasi wanita, hingga penyetaraan gender.

Dulu, di zaman RA.Kartini. Wanita itu tak diberi peran, baik dalam pendidikan dan lainnya. Setelah memasuki usia 12 tahun, harus dipingik dan tak dibiarkan keluar rumah.

“Begitulah nasib wanita di zaman itu, namun dibangkitkan oleh RA.Kartini bahwa wanita tidak berperan di rumah tangga saja. Tapi, harus cerdas dalam segala hal, dan dapat pula membangkitkan,” kata dia.

Baca Juga :  35 IRT Positif Terjangkit Kanker Serviks Di Agam

Sementara, Camat Sangir Balai Janggo, Muslim, berharap lahirnya kartini yang baru. Lewat hari momentum Kartini yang dilombakan di empat nagari diikuti 21 kejorongan. Baik lomba busana kartini, Solosong, lomba Nasi Lamak dan UP2K.

“Mereka berkebaya, bersanggul, layaknya RA Kartini. Dulu, wanita tertekan, dipingik, tak boleh sekolah, terjadi di pulau jawa. Namun semua sudah dirobah kartini,” ungkapnya.

Dilihat di SBJ masyarakatnya multi etnis, ada suku jawa, minang, batak, nias, dan lainnya. Budaya dan agama juga berbeda, tapi tetap rukun berdampingan.

“Ibu-ibu binaan kartini ini, perlu memperkuat semangat bapak-bapak. Sebab wanita adalah tiang negara, segala bentuk pekerjaan, ada yang membutuhkan campur tangan ibu-ibu.

“Kita harap lahirnya kartini yang baru, bisa mengarahkan keluarga kepribadian yang baik dan bermoral,” katanya. [Humas/Bustanul Ilmi]

Bagikan:
Tags: ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close