Peserta TdS 2018 Bertambah

Peserta TdS 2018 Bertambah
Pebalap TdS saat melintasi salah satu lintasan tersulit yaitu pendakian Sitinjau Lauik yang menghubungkan antara Kota Padang dan Kabupaten Solok. (Istimewa)
Bagikan:




PADANG, RedaksiSumbar.com – Selain persoalan anggaran, Pemprov Sumbar juga mengantisipasi persoalan jalan yang butuh diperbaiki di beberapa titik.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengakui, rusaknya jalan di sejumlah titik merupakan masalah klasik yang terus berulang setiap penyelenggaraan Tour de Singkarak.

Mengenai hal ini, Nasrul memastikan Dinas PUPR Sumbar sudah mengalokasikan anggaran pemeliharaan jalan. Sejumlah ruas jalan sebetulnya sudah diperbaiki melalui anggaran dari pusat tahun 2017 lalu. Ia berharap, pemeliharaan jalan yang baik bisa mencegah jalan kembali rusak.

“Tapi dari itu semua, terpenting adalah Sumbar sepakat untuk laksanakan TdS 2018. Grand start Bukittinggi dan Finish Kota Pariaman,” jelas Nasrul.

Berita terkait : Minim Pendanaan, Sumbar Patungan Demi TdS 2018

Panjang rute Tour de Singkarak 2018 rencananya juga akan bertambah, setelah Pemprov Jambi menyampaikan ketertarikannya untuk bergabung.

Jambi mengajukan Sungai Penuh untuk dilalui para pembalap, dengan rute bersambung dari Solok Selatan menuju Pesisir Selatan. Menurut Nasrul, rencana ini bisa terwujud bila Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa menutup rencana perbaikan jalan di sana.

“Tanggal 8 Mei 2018 nanti dijadwalkan Presiden ke Kota Padang. Harapannya, Gubernur Jambi dan Sumbar bisa berbincang dengan beliau untuk membahas ini,” kata Nasrul.

Ajang balap sepeda Tour de Singkarak sendiri menjadi pelopor sport tourism di Indonesia. Tahun 2017 lalu, ajang ini diikuti sebanyak 108 pembalap dari 25 negara dengan panjang rute 1.097 kilometer melintasi 18 kabupaten dan kota di Sumatra Barat. [EFT/ADL]




Bagikan:
Topik: , , ,
Loading...