PKS PT. BSS Pasbar Tak Taati Aturan | Redaksi Sumbar

PKS PT. BSS Pasbar Tak Taati Aturan

PKS PT. BSS Pasbar Tak Taati Aturan
DLH Pasbar dan pihak PKS PT. BSS sedang menyaksikan aliran air limbah yang mengalir ke paret bermuara ke sungai batang alin. [Bisri Batubara]
Dibaca : 663 Kali
Bagikan:

PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Seringnya informasi ikan mati di Sungai Batang Alin, Jorong Simpang Tiga Alin, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat diduga bukan saja dampak limbah pabrik PT. Agro Wira Ligatsa (AWL). Namun diduga juga berasal dari air limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Berkat Sawit Sejahtera (BSS).

Buktinya, ditahun 2016 lalu, warga sering temukan ikan mati yang tidak jauh dari jembatan jalan nasional yang ada di Jorong Simpang Tiga Alin itu. Sementara lokasi kedua PKS itu berbeda, PKS PT. AWL di Bawah jembatan dan PKS PT. BSS diatas jembatan.

“Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasaman Barat harus memberikan sanksi juga terhadap PT. BSS apabila ditemukan adanya outlet Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) ke sungai, karena sesuai informasi di DLH PKS PT. BSS itu belum memiliki izin Instalasi Pengelolaan Limbah Cair (IPLC),” Kata Ketua Ormas PEKAT IB Pasaman Barat, Ruswar Dedison, melalui sekretaris Kasmanedi, kepada RedaksiSumbar.com, Selasa (2/5/2017).

Lanjutnya, PKS PT. BSS harus patuh terhadap aturan yang berlaku, agar pengelolaan limbah cair itu tidak sembarangan. Karena, dengan melengkapi semua perizinan tentunya sudah bisa melestarikan lingkungan hidup yang ada disekitar pabrik itu.

“Kalau PKS PT. BSS tidak mengindahkan aturan, maka layaknya ditutup juga. Karena, Pasaman Barat ini butuh investor taat aturan dan peduli sosial masyarakat,” tegasnya.

Sesuai Peraturan Menteri LH nomor 01 tahun 2010 tentang tata laksana pengendalian pencemaran air dan Permen LH No 5 tahun 2014 tentang baku mutu air limbah, setiap perusahaan itu harusnya mematuhinya.

“Selain Permen LH juga Diatur dalam Peraturan Pemerintah No 82 tahun 2001 Pasal 37 yang menjelaskan bahwa setiap penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang membuang air limbah ke air atau sumber air wajib mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran air dan Pasal 40 ayat 1 lebih menjelaskan bahwa setiap usaha dan/atau kegiatan yang membuang air limbah
ke air atau sumber air wajib mendapat izin tertulis dari Bupati/Walikota,” sebutnya.

Baca Juga :  Kepala Daerah Pasbar Diminta, Berhentikan Kadis Kominfo Dari Jabatannya

Kepala Dinas Lingngkungan Hidup Pasaman Barat, Edi Busti, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa PKS PT. BSS belum memiliki Izin IPLC dari Pemerintah Kabupaten Pasaman. Tentunya, PKS itu tidak boleh membuang air limbah pabrik setetespun ke sungai.

“Pernah dilakukan pengawasan ke PKS PT. BSS belum lama ini, memang ditemukan adanya pipa buang ditambah kebocoran pada kolam limbah, akibatnya air limbah itu mengalir deras ke paret kecil yang bermuara ke sungai batang alin,” jelas Edi Busti.

Diperjelas Edi Busti, posisi pipa buang itu memang sekilas tidak akan kelihatan, karena pipanya ditanam, tapi karena tim pengawasan Dinas Lungkungan Hidup (DLH) melihat adanya air limbah yang mengalir dari arah tumpukan tanah tentu muncul kecurigaan. Dari situlah tim DLH meminta kepada pihak PKS PT. BSS untuk menggalinya, ternyata memang pipa disengaja ditanam agar tidak kelihatan, penggalian itu disaksikan bersama oleh DLH dan Pihak Perusahaan.

“Dalam waktu dekat ini akan dilayangkan surat ke PKS PT. BSS, karena sudah jelas melanggar aturan yang ada. Hal ini perlu tindak tegas demi kelestarian lingkungan hidup, bisa juga PKS PT. BSS ini di tutup karena sudah melanggar aturan,” tegas Edi.

Saat dikonfirmasi Legal Humas PT. BSS, Subiantoro, mengatakan bahwa sedang mengajukan pengurusan Izin IPLC ke Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat. Namun, sampai sekarang belum selesai.

“Kita akui, bahwa Izin IPLC PKS PT. BSS belum siap, tapi sudah diajukan permohonannya ke Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat,” kata Subiantoro.

Dijelaskan Subiantoro, ditahun 2016 lalu juga sudah pernah mengajukan Izin IPLC ini, namun tidak juga keluar. “Ditahun 2017 ini disuruh juga mengajukan permohonan Izin IPLC. Sementara semua peralatannya sudah dilengkapi,” terangnya. [Bisri Batubara]

Bagikan:
Tags: ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close