PKS PT. USM Pasbar Terancam Disegel | Redaksi Sumbar

PKS PT. USM Pasbar Terancam Disegel

PKS PT. USM Pasbar Terancam Disegel
PKS PT. Usaha Sawit Mandiri (USM)
Dibaca : 1100 Kali
Bagikan:

PASAMAN BARAT, RedaksiSumbar.com – Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat (DLH Pasbar) diminta dalam waktu diduga bakal menyegel Outlet Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT. Usaha Sawit Mandiri (USM). Pasalnya, belum mengantongi Izin IPLC dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

Apabila ini dilakukan oleh DLH Pasbar, kemungkinan besar seluruh sungai yang ada di sekitar Pabrik Kelapa Sawit (PKS) akan terjaga kelestariannya serta Kerusakan ekosiatem sungai tidak ada lagi.

“Penyegelan Outlet IPAL itu adalah salah satu langkah pemerintah dalam menyelamatkan lingkungan. Karena, dengan tidak adanya aliran air limbah PKS ke sungai tentu ekosistem air sungai akan terjaga dan habitat yang ada itu aman,” sebuta pengurus LSM Pelindas, Arsalan.S.P kepada RedaksiSumbar.com, Minggu (30/4/2017).

Dikatakan Arsalan, PT. USM yang beralamat di Jorong Simpang, Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka itu sudah sering dilaporkan oleh masyarakat kepada pemerintah sejak tahun 2015 lalu, terkait seringnya ditemukan ikan mati di sungai sekitarnya, tapi tidak ada respon dari pemerintah daerah saat itu.

“Dengan Pemerintahan sekarang diharapkan adanya ketegasan dan penindakan terhadap perusahaan yang membuang limbah kesungai. Berikan mereka sanksi tegas jangan hanya teguran-teguran saja,” pinta Arsalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Edi Busti, saat dikonfirmasi mengatakan, betul ada penyegelan terhadap Outlet IPAL, tapi belum tau yang mana PKS nya, tapi yang jelas arah utara Pasaman Barat.
“Tunggu aja tanggal mainnya, karena yang dilakukan oleh DLH itu adalah untuk menyelamatkan ekosistem dan menjaga kelestarian lingkungan hidup, bukan semata hanya untuk mempersulit perusahaan,” jelasnya.

Kita tidak inginkan perusahaan PKS di Pasaman Barat ini membuang limbah sesukannya tanpa mengindahkan aturan dan baku mutu air limbah yang dibuang ke sungai.

Baca Juga :  162 PTT Pasaman Terima SK CPNS

“Membuang limbah kesungai itu harus punya izin IPLC dan mendapatkan izin itu punya kajian yang jelas agar air limbah yang dibuang itu baku mutunya sudah standar nasional. Sehingga tidak merusak ekosistem dan habitat yang ada di sungai itu,” tegas Edi Busti.

Pernah dikonfirmasi Legal Humas PT. USM, Subiantoro mengatakan, Pihaknya sekarang sudah mengajukan Izin IPLC dan masih menunggu proses kajian, sementara diakui Izin IPLC belum ada. “Kita akan ikuti semua aturan, karena tujuan kita sama-sama menjaga kelestarian lingkungan hidup,” sebut Subiantoro. [Bisri Batubara]

Bagikan:
Tags: ,
Solok Selatan dalam Berita

No Responses


close